Nama Norman Joesoef sendiri tidak dapat dipisahkan dari Republikorp atau PT Republik Korpora Indonesia.
Perusahaan tersebut dikenal sebagai salah satu perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang manufaktur pertahanan dan pengembangan teknologi strategis.
Norman tercatat sebagai pendiri sekaligus Chairman dan CEO Republikorp. Perusahaan ini didirikan pada 2013 dengan visi membangun ekosistem industri pertahanan swasta di Indonesia.
Dalam perkembangannya, Republikorp mulai memperkenalkan berbagai produk dan prototipe di sektor pertahanan.
Produk-produk tersebut ditampilkan dalam berbagai pameran industri pertahanan, termasuk Indo Defence Expo & Forum.
Selain mengembangkan produk secara mandiri, Republikorp juga membangun kemitraan dengan sejumlah perusahaan pertahanan internasional.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperluas akses terhadap teknologi, meningkatkan kemampuan manufaktur, sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi industri pertahanan Indonesia.
Salah satu kerja sama yang menjadi perhatian adalah kemitraan Republikorp dengan Baykar, perusahaan pertahanan asal Turki yang dikenal melalui pengembangan teknologi sistem pesawat tanpa awak.
Agenda penandatanganan kerja sama yang disaksikan Prabowo di Istana Bogor pada Februari 2025 menjadi salah satu momen yang memperlihatkan keterlibatan Republikorp dalam hubungan industri pertahanan dengan perusahaan asing.
