POSKOTA.CO.ID - Mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Adriano Padama viral usai mengkritisi kondisi harga beras di daerah Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Adriano mengungkapkan harga beras di sejumlah wilayah Alor dapat mengalami kenaikan signifikan ketika proses distribusi menghadapi kendala, terutama akibat kondisi cuaca.
Menurut Adriano, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan harga komoditas pangan, tetapi juga menyangkut akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok.
Kondisi geografis dan tantangan distribusi membuat harga beras di wilayah perkotaan dan pedalaman memiliki perbedaan yang cukup besar.
Ia bahkan menyebut harga beras dapat mencapai Rp25.000 hingga Rp30.000 per kilogram ketika distribusi terganggu akibat cuaca buruk.
"Kalau di wilayah perkotaan harganya sekitar Rp13.000 sampai Rp15.000 per kilogram. Tapi, di pedalaman bisa Rp17.000 sampai Rp18.000. Saat terjadi hujan, jadi susah kirim beras. Harganya bisa mencapai Rp25.000 hingga Rp30.000 per kilogram," ujar Adriano.
Pernyataan Adriano tidak berhenti sebagai keluhan di hadapan Menteri Pertanian.
Persoalan harga beras yang disampaikannya kemudian mendapat respons langsung dari Amran.
Mentan Andi Amran Sulaiman sendiri langsung melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Alor pada Sabtu, 8 Agustus 2026.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi lapangan mengenai pangan dan ketersediaan beras.
Dalam agenda itu, Amran memastikan stok beras yang berada di gudang-gudang Perum Bulog dalam kondisi aman.
