Begitu mata kembali terbuka, air mata yang sempat tertahan akan keluar sehingga mata terlihat basah.
Semakin rapat seseorang menutup mata saat menguap, semakin besar kemungkinan air mata tampak meluber.
Baca Juga: Aksi Kemanusiaan Norwegia, Pendapatan Tiket Kualifikasi Piala Dunia 2026 Disumbangkan ke Gaza
Mengapa Tidak Semua Orang Mengalaminya?
Tidak semua orang mengalami mata berair saat menguap dengan intensitas yang sama. Ada beberapa faktor yang memengaruhi kondisi tersebut, antara lain:
- Perbedaan bentuk anatomi saluran air mata.
- Kekuatan kontraksi otot wajah ketika menguap.
- Cara seseorang menutup kelopak mata.
- Kondisi kesehatan mata, termasuk mata kering.
- Produksi air mata yang berbeda pada setiap individu.
Karena itu, ada orang yang hampir selalu mengeluarkan air mata saat menguap, sementara yang lain nyaris tidak pernah mengalaminya.
Mata berair saat menguap merupakan mekanisme alami tubuh yang berkaitan dengan kontraksi otot wajah dan sementara tertahannya aliran air mata. Kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan tidak menandakan adanya gangguan kesehatan.
Namun, apabila mata terus-menerus berair tanpa sebab yang jelas, disertai nyeri, kemerahan, atau gangguan penglihatan, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter mata. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan tidak ada masalah pada saluran air mata maupun kesehatan mata secara keseluruhan.
