Keputusan tersebut memicu beragam reaksi dari pemain, suporter, hingga pengamat sepak bola internasional.
Meski Argentina akhirnya menang dramatis dengan skor 3-2, kepemimpinan Letexier tetap menjadi salah satu topik yang paling ramai diperbincangkan usai pertandingan.
Kontroversi tersebut semakin menambah panjang daftar perdebatan yang mengiringi perjalanan François Letexier sebagai salah satu wasit elite dunia.
Baca Juga: Sosok Aiptu N Siapa? Viral Oknum Polisi Polres Tegal Kota Diduga Aniaya Perempuan
4. Menuai Kritik saat Memimpin Indonesia vs Guinea
Bagi publik Indonesia, nama François Letexier bukanlah sosok yang asing.
Wasit berusia 37 tahun itu pernah memimpin pertandingan play-off Olimpiade Paris 2024 antara Timnas U-23 Indonesia melawan Guinea pada Mei 2024.
Kala itu, kepemimpinannya menuai gelombang kritik setelah memberikan hadiah penalti kepada Guinea yang dinilai berawal dari pelanggaran di luar kotak penalti.
5. Penalti Kedua untuk Guinea Kembali Diperdebatkan
Tak lama berselang, François Letexier kembali menunjuk titik putih untuk Guinea dalam insiden lain yang memicu kontroversi.
Banyak pihak menilai tekel Alfeandra Dewangga lebih dahulu mengenai bola sehingga keputusan penalti tersebut dianggap layak diperdebatkan.
Keputusan itu semakin memicu reaksi keras dari pemain, ofisial, hingga pendukung Timnas Indonesia.
6. Mengeluarkan Kartu Merah untuk Shin Tae-yong
Selain dua keputusan penalti yang menjadi sorotan, François Letexier juga mengeluarkan kartu merah kepada pelatih Timnas Indonesia U-23, Shin Tae-yong (STY).
Kartu merah diberikan setelah Shin Tae-yong melakukan protes keras terhadap sejumlah keputusan wasit dari area teknis.
