Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin, Puluhan KK Terpaksa Tinggal di Posko Pengungsian

Kamis 02 Jul 2026, 14:12 WIB
Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid saat mengunjungi warga di posko pengungsian. (Sumber: Poskota/Veronica)
Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid saat mengunjungi warga di posko pengungsian. (Sumber: Poskota/Veronica)

TANGERANG, POSKOTA.CO.ID - Kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang memaksa puluhan keluarga untuk mengungsi.

Tercatat terdapat 30 Kelapa Keluarga (KK) dengan jumlah jiwa 52 orang masih bertahan di posko pengingsian.

Hingga saat ini, kebakaran TPA Jatiwaringin itu belum sepenuhnya berhasil dipadamkan. Kepulan asap hitam pekat terus membumbung tinggi dan menyelimuti kawasan sekitar.

Bupati Tangerang Maesyal Rasyid mengatakan warga terdampak telah dievakuasi ke Kantor Desa Tanjakan Mekar, Kecamatan Rajeg, untuk menghindari paparan asap yang berpotensi membahayakan kesehatan.

Baca Juga: BNPB Kerahkan Dua Helikopter Water Bombing Padamkan Kebakaran TPA Jatiwaringin 

Pengungsi didominasi kelompok rentan, seperti ibu-ibu, anak-anak, serta ibu hamil.

"Sebanyak 30 KK atau 52 jiwa kini sudah ditempatkan di lokasi yang aman dari asap, yakni di Kantor Desa Tanjakan Mekar, Kecamatan Rajeg,” ucapnya kepada Poskota, Kamis, 2 Juli 2026.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Tangerang telah memastikan seluruh kebutuhan dasar warga di lokasi pengungsian terpenuhi.

Mulai dari makanan, air bersih, obat-obatan, hingga layanan kesehatan disiapkan selama proses penanganan kebakaran berlangsung.

"Tadi saya sudah bertanya langsung kepada warga, alhamdulillah semuanya dalam kondisi sehat. Kebutuhan makan dan minum sudah tersedia sejak sore hari. Obat-obatan juga sudah disiapkan dan ada dua dokter beserta perawat yang berjaga hingga pagi untuk memantau kondisi kesehatan warga," ungkapnya.

Selain itu pemerintah daerah juga menyalurkan berbagai kebutuhan penunjang, seperti alas tidur, kasur, vitamin, serta menyiagakan ambulans untuk mengantisipasi apabila ada warga yang memerlukan penanganan medis lebih lanjut.

Maesyal mengungkapkan sebagian warga telah kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.

Namun, ibu hamil, balita dan anak-anak masih diminta tetap berada di lokasi pengungsian hingga kualitas udara dinilai aman.

"Sebelum kondisi TPA benar-benar teratasi dan masih ada asap, kami meminta warga tetap berada di lokasi pengungsian. Seluruh kebutuhan makan, minum, vitamin, dan pelayanan kesehatan sudah kami siapkan," pungkasnya. 


Berita Terkait


News Update