POSKOTA.CO.ID - Insiden pesawat ringan yang menabrak gedung pencakar langit tertinggi di Beijing mulai menemukan titik terang. Otoritas China mengungkap fakta baru mengenai kondisi pilot yang menerbangkan pesawat tersebut sebelum kecelakaan terjadi.
Dalam hasil penyelidikan awal yang dirilis pemerintah Distrik Chaoyang pada Kamis (2/7), pilot diketahui telah lama mengalami gangguan kecemasan dan insomnia. Bahkan, penyelidik menemukan catatan pribadi yang menunjukkan bahwa pria tersebut pernah menuliskan keinginannya untuk mengakhiri hidup.
Meski demikian, pihak berwenang menegaskan penyelidikan masih berlangsung. Hingga kini belum ada kesimpulan resmi mengenai apakah kondisi psikologis pilot berkaitan langsung dengan penyebab kecelakaan yang terjadi di kawasan pusat bisnis Beijing tersebut.
Baca Juga: Ingin Jadi Streamer? Ini 5 Peralatan Live Streaming yang Wajib Dimiliki Pemula
Pilot Berusia 66 Tahun Tewas di Lokasi Kejadian
Berdasarkan keterangan resmi, pilot diketahui merupakan pria bermarga Liu, berusia 66 tahun dan merupakan warga Beijing. Ia meninggal dunia setelah pesawat ringan yang diterbangkannya menghantam Citic Tower, gedung tertinggi di ibu kota China, pada Jumat sore pekan lalu.
Mengutip laporan South China Morning Post (SCMP), Liu merupakan pekerja lepas yang telah bercerai dan tinggal seorang diri. Dalam penyelidikan, otoritas juga mengungkap bahwa ia telah lama menjalani kehidupan seorang diri sembari menekuni dunia penerbangan sebagai hobi.
Liu memperoleh lisensi sport pilot pada 2021 sebelum kemudian mengantongi lisensi private pilot pada 2024. Pada hari kejadian, ia menerbangkan pesawat ringan Aurora SA60L, sebuah pesawat bermesin tunggal dengan dua kursi yang lepas landas dari bandara penerbangan umum di Distrik Pinggu, Beijing bagian timur.
Tak lama setelah mengudara, pesawat tersebut menabrak Citic Tower yang berada di kawasan pusat bisnis Beijing. Benturan keras itu mengakibatkan pilot meninggal dunia di lokasi.
Otoritas Temukan Catatan Pribadi Pilot
Dalam ringkasan hasil investigasi, penyelidik mengungkap bahwa Liu telah lama mengalami insomnia dan gangguan kecemasan. Selain itu, mereka juga menemukan isi buku harian yang memuat tulisan mengenai keinginannya untuk mengakhiri hidup.
Namun, pemerintah China belum menyatakan bahwa kecelakaan tersebut merupakan tindakan yang disengaja. Penyelidikan masih dilakukan untuk memastikan seluruh faktor yang berkontribusi terhadap insiden, termasuk kondisi pesawat, cuaca, hingga kemungkinan faktor manusia.
Langkah itu dilakukan agar kesimpulan akhir didasarkan pada bukti teknis yang lengkap, bukan hanya dari kondisi psikologis pilot.
Baca Juga: iPhone 16e Rekondisi Resmi Apple Hadir, Bisa Hemat hingga Rp3,5 Juta
Fakta Penting Kecelakaan Pesawat di Beijing
- Pilot bernama Liu berusia 66 tahun dan merupakan warga Beijing.
- Pesawat yang digunakan adalah Aurora SA60L bermesin tunggal dengan dua kursi.
- Pesawat lepas landas dari Distrik Pinggu pada Jumat sore.
- Pesawat kemudian menabrak Citic Tower, gedung pencakar langit tertinggi di Beijing.
- Pilot meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut.
- Sebanyak 13 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
- Otoritas menemukan catatan harian yang berisi keinginan pilot untuk mengakhiri hidup.
- Penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan.
Hingga saat ini, pemerintah China belum mengeluarkan laporan akhir mengenai penyebab kecelakaan pesawat ringan tersebut. Tim investigasi masih mengumpulkan berbagai bukti untuk memastikan rangkaian peristiwa yang menyebabkan pesawat menabrak Citic Tower.
Temuan mengenai riwayat gangguan kecemasan dan isi buku harian pilot menjadi salah satu bagian dari penyelidikan, tetapi belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan motif maupun penyebab utama insiden. Otoritas menyatakan hasil investigasi lengkap akan dipublikasikan setelah seluruh proses pemeriksaan selesai.
