Tak hanya membangun jalan layang, Flyover Latumenten juga dirancang sebagai simpul integrasi transportasi umum.
Pemerintah akan membangun skywalk, halte Transjakarta yang terhubung langsung dengan kawasan flyover, serta Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang dilengkapi lift sehingga ramah bagi penyandang disabilitas, lansia, ibu hamil, hingga pengguna kereta bayi.
Menurut Kenneth, fasilitas tersebut akan memudahkan masyarakat berpindah moda transportasi tanpa harus menyeberang di tengah padatnya arus kendaraan.
Baca Juga: Proyek Flyover Latumenten Sebabkan Kemacetan, Pramono Minta Bina Marga Lakukan Penyesuaian Akses
"Kehadiran lift pada JPO akan mempermudah akses menuju halte Transjakarta tanpa harus menggunakan tangga," ujarnya.
Ia menambahkan, konsep integrasi tersebut diharapkan meningkatkan keselamatan, kenyamanan, sekaligus efisiensi mobilitas masyarakat karena menghubungkan layanan Transjakarta, JakLingko, dan KRL Commuter Line dalam satu kawasan.
Sementara, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan Flyover Latumenten menjadi salah satu proyek infrastruktur yang paling dinantikan masyarakat karena berada di titik kemacetan yang selama bertahun-tahun menjadi persoalan.
"Flyover Latumenten ini salah satu flyover yang paling ditunggu di Jakarta. Karena di sini kalau dilihat pagi, siang, maupun sore, kemacetannya sangat tinggi sekali," kata Pramono.
Menurutnya, setelah flyover selesai dibangun, Pemprov DKI Jakarta juga akan menutup perlintasan sebidang kereta api di kawasan tersebut. Seluruh kendaraan nantinya diarahkan melintasi flyover sehingga tidak lagi berpotongan langsung dengan jalur kereta.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperlancar arus lalu lintas sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
"Sehingga siapa pun harus naik ke atas supaya perlintasan yang sebidang kereta api ini tidak lagi terganggu dan juga tidak menimbulkan kecelakaan seperti yang pernah terjadi di Bekasi," ujar Pramono.
Selain memangkas antrean kendaraan di perlintasan kereta, keberadaan Flyover Latumenten juga diproyeksikan mempercepat waktu tempuh masyarakat yang melintasi kawasan Latumenten dan Grogol.
