Cara Menghentikan Panggilan Spam Otomatis di Android, iPhone, dan WhatsApp

Rabu 01 Jul 2026, 17:47 WIB
Ilustrasi. Cara menghentikan panggilan spam. (Sumber: Pinterest/safeonweb.be)
Ilustrasi. Cara menghentikan panggilan spam. (Sumber: Pinterest/safeonweb.be)

Perlu diketahui, fitur ini tidak memblokir panggilan secara langsung. Sebaliknya, panggilan dari nomor yang tidak dikenal akan dibungkam sehingga tidak mengganggu aktivitas pengguna, sementara riwayat panggilannya tetap tersimpan.

Gunakan Aplikasi Pemblokir Spam

Jika fitur bawaan ponsel dirasa belum cukup efektif, pengguna dapat memanfaatkan aplikasi pihak ketiga yang memiliki basis data nomor spam lebih luas.

Beberapa aplikasi yang banyak digunakan antara lain:

  • Truecaller
  • Hiya

Cara menggunakannya cukup mudah:

  1. Unduh aplikasi melalui toko aplikasi resmi.
  2. Ikuti proses pengaturan awal.
  3. Aktifkan fitur Block Spam Calls atau Auto Block Unknown Numbers.

Setelah diaktifkan, aplikasi akan membantu menyaring sekaligus memblokir panggilan yang teridentifikasi sebagai spam.

Baca Juga: Daftar Harga HP Realme NFC Rp2 Jutaan Terbaru, Cocok untuk Transaksi Digital dan Cek Saldo E-Toll

Cara Menolak Panggilan Nomor Tidak Dikenal di WhatsApp

Selain melalui jaringan seluler, pelaku penipuan kini juga kerap menghubungi korban melalui panggilan WhatsApp.

Untuk mengurangi gangguan tersebut, WhatsApp menyediakan fitur Silence Unknown Callers.

Berikut langkah mengaktifkannya:

  • Buka aplikasi WhatsApp.
  • Masuk ke Settings.
  • Pilih menu Privacy.
  • Ketuk Calls.
  • Aktifkan opsi Silence Unknown Callers.

Dengan fitur ini aktif, panggilan dari nomor yang belum tersimpan akan dibungkam secara otomatis tanpa menghilangkan riwayat panggilannya.

Tips Menghindari Nomor Telepon Masuk Daftar Spam

Selain mengaktifkan fitur pemblokiran, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan agar nomor telepon tidak mudah menjadi sasaran telemarketing maupun penipu.

Hindari Menyebarkan Nomor Pribadi Sembarangan

Usahakan tidak membagikan nomor telepon pribadi di media sosial, situs web, formulir online, maupun aplikasi yang kurang terpercaya.


Berita Terkait


News Update