TANGERANG, POSKOTA.CO.ID - Sebanyak 1.500 pekerja satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Kabupaten Tangerang melakukan aksi unjuk rasa didepan Gedung Bupati Tangerang, Senin, 29 Juni 2026.
Aksi tersenyum dilakukan untuk meminta agar program MBG tetap dilanjut dan dibuatkan dasar hukum undang-undang.
Ketua Koordinator Aksi, Khotib Yani mengatakan, saat ini pihaknya bersama teman-teman relawan SPPG se-Kabupaten Tangerang melakukan aksi unjuk rasa secara damai di Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang untuk menyampaikan beberapa aspirasi terkait makan bergizi gratis (MBG).
Katanya, pihaknya meminta agar Bupati Tangerang meneruskan aspirasi para relawan SPPG kepada Pemerintah Pusat, untuk melanjutkan program MBG di Kabupaten Tangerang.
Baca Juga: Kejagung Tolak Permohonan Justice Collaborator Sony Sonjaya Terkait Kasus Korupsi MBG
"Kurang lebih sekitar 1.500 peserta dari relawan SPPG se Kabupaten Tangerang. Kita melakukan aksi unjuk rasa ini dalam rangka mendukung agar progam MBG tetap dilanjutkan," katanya.
Lanjut Khotib, selain meminta agar program MBG dilanjutkan. Kata Khotib, peserta aksi jugaeminta agar program MBG dibuatkan payung hukum undang-undang, agar program tersebut tetap bisa berjalan di Indonesia, meski negeri ini mengalami pergantian kepemimpinan.
"Selain itu kita juga minta agar, dibuatkan payung hukum UU," ungkapnya.
Menurut Khotib, program MBG sangatlah bermanfaat untuk masyarakat Indonesia. Khuusnya bagi penerima manfaat, seperti anak-anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia diberbagai daerah, khusunya Kabupaten Tangerang.
Baca Juga: Anggaran Belum Cair, 62 Dapur MBG di Kabuapten Tangerang Berhenti Operasional
Katanya, selain itu program MBG juga dipercaya dapat mendongkrak perekonomian masyarakat yang bekerja di SPPG dan para petani yang menyuplai bahan makanan didapur SPPG ini.
"Maka dari itu, kami relawan ini ingin mendorong bahwa program ini terus dilanjutkan dan jangan sampai tertunda bahkan ditutup, walaupun ada kejadian di pusat bahwa ada korupsi dan lain sebagainya, itu kita brantas pelakunya, tetapi jangan hentikan programnya," ucapnya.
Menanggapi tuntutan aksi, Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid mengatakan, pihaknya akan melaporkan terkait tuntutan masyarakat yang meminta program MBG dilanjut ini kepada Pemerintah Pusat.
Namun, pihaknya memiliki catatan dan harapan kepada seluruh pengelola SPPG di Kabupaten Tangerang untuk melakukan perbaikan teknis dan kualitas kandungan gizi.
"Jika program ini dilanjutkan, ada beberapa aspek teknis dan kualitas yang wajib diperbaiki dan diperhatikan bersama, yaitu kualitas menu dan gizi, lalu peningkatan dan pengawasan terhadap variasi menu makanan serta kualitas kandungan gizinya,” ucapnya.
Selain itu, memastikan makanan yang didistribusikan benar-benar bersih dan higienis demi mencegah terjadinya kasus keracunan, serta ketepatan waktu dan efisiensi dalam proses serta mekanisme penyaluran makanan agar porsinya tidak berkurang atau terlambat.
"Selain itu, harus diperhatikan aspek legalitas dan administrasi, kepatuhan terhadap persyaratan administratif serta legalitas pelaksanaan aktivitas program di lapangan," pungkasnya.