POSKOTA.CO.ID - Changan Lumin menjadi salah satu mobil listrik mungil yang mulai menarik perhatian konsumen di Indonesia, terutama untuk yang suka mobil lucu.
Mengusung konsep city car bermesin listrik, mobil ini menawarkan harga yang kompetitif, dimensi ringkas, serta fitur yang cukup lengkap untuk penggunaan harian di perkotaan.
Di balik berbagai keunggulannya selain lucu dan imut, Changan Lumin tetap memiliki sejumlah kekurangan yang patut diketahui calon pembeli.
Beberapa aspek ergonomi, kepraktisan, hingga fitur tertentu masih menjadi catatan yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk meminangnya.
Baca Juga: IIMS 2027 Resmi Digelar 6-16 Mei, Dyandra Tambah Area Pameran dan Hadirkan Kota Baru
Kelebihan Changan Lumin
Salah satu daya tarik utama Changan Lumin adalah dukungan DC Fast Charging yang masih jarang ditemui di kelas mobil listrik mungil. Dengan baterai berkapasitas 28,08 kWh, pengisian daya dari 30 hingga 80 persen diklaim hanya membutuhkan waktu sekitar 35 menit. Fitur ini membuat mobil lebih praktis digunakan oleh masyarakat dengan mobilitas tinggi.
Karakter berkendaranya juga menjadi nilai tambah. Motor listrik bertenaga 35 kW dengan torsi instan 83 Nm memberikan akselerasi yang responsif, terutama saat digunakan di lalu lintas perkotaan. Tersedia pula mode ECO dan SPORT yang memungkinkan pengemudi menyesuaikan performa sesuai kebutuhan.
Dari sisi kenyamanan, dimensi bodi yang lebar membuat kabin terasa lapang meski panjang kendaraan hanya sekitar 3,2 meter. Ruang bahu penumpang depan cukup lega, sementara desain interior tanpa konsol tengah besar memberikan ruang gerak kaki yang lebih luas.
Kemudahan penggunaan juga didukung fitur Keyless Entry yang memungkinkan pintu terbuka otomatis ketika kunci berada di dekat kendaraan. Selain itu, kamera parkir mundur yang terhubung ke layar hiburan 10,25 inci membantu pengemudi saat bermanuver di area sempit.
Baca Juga: Motor Listrik Yadea Dipakai Wapres Gibran di Asmat, Papua, Ini Spesifikasi dan Alasannya
Kekurangan Changan Lumin yang Perlu Diperhatikan
Meski memiliki sejumlah keunggulan, Changan Lumin masih menyisakan beberapa kekurangan yang cukup terasa dalam penggunaan sehari-hari.
Salah satunya adalah posisi mengemudi yang belum sepenuhnya ergonomis. Jok depan memang dapat digeser maju-mundur dan direbahkan, namun belum dilengkapi pengaturan tinggi-rendah. Bagi pengemudi dengan tinggi badan di bawah sekitar 168 cm, posisi duduk bisa terasa terlalu rendah karena setir berada cukup tinggi dan tidak memiliki pengaturan tilt maupun telescopic.
Kenyamanan berkendara jarak jauh juga sedikit terganggu karena tidak tersedia footrest di area kaki kiri pengemudi. Akibatnya, kaki cenderung menggantung saat perjalanan panjang sehingga berpotensi menimbulkan rasa pegal.
Dari sisi kepraktisan, ruang penyimpanan di dalam kabin juga masih terbatas. Doortrim hanya menyediakan kompartemen kecil, sementara bagian tengah kabin hanya memiliki satu cup holder dan ruang sederhana yang cukup untuk menyimpan ponsel atau dompet. Dasbor pun hanya dibekali satu ruang penyimpanan terbuka sehingga pengguna harus lebih pintar mengatur barang bawaan.
Selain itu, beberapa fitur yang kini mulai umum di kompetitor belum tersedia. Changan Lumin masih menggunakan rem parkir model tuas manual, bukan Electric Parking Brake (EPB). Pengaturan kaca spion luar juga masih dilakukan secara manual sehingga kurang praktis jika kendaraan sering digunakan oleh beberapa pengemudi.
Baca Juga: DFSK E5 Plus Diserbu Konsumen, 68 Persen Pemesan Ternyata Berasal dari Kalangan Milenial
Apakah Layak Dibeli?
Dengan harga resmi sekitar Rp205 juta OTR Jakarta, Changan Lumin tetap menjadi salah satu pilihan menarik di segmen mobil listrik kompak.
Mobil ini menawarkan jarak tempuh hingga 301 km berdasarkan standar NEDC, baterai 28,08 kWh dengan fitur fast charging, serta kabin berkapasitas empat penumpang.
Bagi konsumen yang mengutamakan efisiensi, biaya operasional rendah, dan kendaraan lincah untuk aktivitas harian di perkotaan, Changan Lumin masih layak dipertimbangkan.
Namun, calon pembeli sebaiknya memahami berbagai kekurangan pada aspek ergonomi, ruang penyimpanan, dan kelengkapan fitur agar ekspektasi sesuai dengan karakter mobil listrik mungil ini.