Pemkot Bekasi mengunjungi fasilitas PLTSa milik Wangneng Environment di Huzhou, China, Jumat, 26 Juni 2026. (Sumber: Dok. Istimewa)

JAKARTA RAYA

Pemkot Bekasi Ajak DPRD dan Tokoh Bantargebang Tinjau PLTSa di China, Matangkan Groundbreaking PSEL

BEKASI, POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mengajak DPRD Kota Bekasi dan perwakilan tokoh masyarakat Bantargebang berkunjung ke fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) milik Wangneng Environment di Huzhou, China, Jumat, 26 Juni 2026.

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka mempelajari secara langsung teknologi pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy) yang akan diterapkan pada proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Kota Bekasi.

Rombongan dipimpin Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dan diikuti Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Efendi, pimpinan serta anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi Latu Har Hary, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi Kiswatiningsih, serta Anton sebagai perwakilan tokoh masyarakat Bantargebang.

Kehadiran unsur pemerintah, legislatif, dan masyarakat dalam satu kunjungan tersebut merupakan bentuk keterbukaan informasi sekaligus upaya membangun pemahaman bersama terhadap proyek strategis yang akan menjadi salah satu solusi jangka panjang pengelolaan sampah di Kota Bekasi.

Baca Juga: Viral Penumpang KRL Berjatuhan di Eskalator Stasiun Bekasi, KAI Commuter Bantah Ada Kerusakan Sistem

Kiswatiningsih mengatakan, kunjungan tersebut dilakukan agar para pemangku kepentingan dapat melihat secara langsung bagaimana teknologi waste to energy beroperasi, mulai dari proses penerimaan sampah, pengolahan, pengendalian emisi hingga pemanfaatannya menjadi energi listrik.

"Kami ingin seluruh proses pembangunan PSEL berjalan secara transparan dan dipahami bersama oleh seluruh pihak. Dengan melihat secara langsung, masyarakat dapat memperoleh gambaran yang utuh mengenai manfaat, standar operasional, serta aspek lingkungan yang diterapkan," kata Kiswatiningsih, Jumat, 26 Juni 2026.

Menurutnya, kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari tahapan persiapan jelang pembangunan fisik PSEL Kota Bekasi yang saat ini terus dipercepat. Ia juga menegaskan seluruh biaya kegiatan ditanggung Wangneng Environment Co., Ltd. selaku Badan Usaha Pelaksana Proyek (BUPP) yang telah ditetapkan dalam proyek PSEL Kota Bekasi.

"Pembiayaan kunjungan sepenuhnya ditanggung oleh Wangneng sebagai BUPP, sehingga tidak membebani keuangan daerah," ujarnya.

Baca Juga: Setelah Pondok Gede, Wali Kota Bekasi Lanjutkan Pembenahan Kawasan Pasar Baru

Sementara itu, Tri menegaskan, pembangunan PSEL bukan sekadar menghadirkan fasilitas pengolahan sampah modern, tetapi menjadi bagian dari transformasi besar kawasan Bantargebang.

Selama puluhan tahun kawasan tersebut dikenal sebagai lokasi pembuangan sampah terbesar di Indonesia. Ke depan, Pemerintah Kota Bekasi ingin mengubah stigma tersebut menjadi kawasan yang identik dengan inovasi lingkungan dan ekonomi hijau.

"Kami ingin mengubah stigma masyarakat terhadap Bantargebang. Tidak lagi hanya dikenal sebagai tempat pembuangan sampah, tetapi menjadi pusat inovasi lingkungan hidup yang mampu mengubah sampah menjadi energi, membuka peluang ekonomi baru, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar," ucapnya.

Menurutnya, transformasi tersebut tidak hanya ditopang oleh pembangunan PSEL. Pemerintah Kota Bekasi juga tengah mendorong pengembangan industri turunan berbasis ekonomi sirkular, termasuk pemanfaatan fly ash dan bottom ash (FABA) yang dihasilkan dari proses pengolahan sampah menjadi energi.

Selain mendukung pengurangan timbulan sampah, pengembangan industri berbasis FABA diharapkan mampu menghasilkan berbagai produk konstruksi bernilai tambah, menciptakan lapangan kerja baru, serta mendorong tumbuhnya kawasan industri hijau yang terintegrasi di Bantargebang.

"Kami membayangkan Bantargebang ke depan berkembang menjadi kawasan ekonomi lingkungan. Ada PSEL yang menghasilkan energi listrik, ada industri pengolahan FABA yang menghasilkan produk bernilai ekonomi, ada aktivitas riset dan inovasi lingkungan, sehingga manfaatnya tidak hanya menyelesaikan persoalan sampah tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar," tuturnya.

Baca Juga: Terapkan Efisiensi, Wali Kota Bekasi Kurangi Iring-iringan Kendaraan Dinas

Melalui pembangunan PSEL dan pengembangan industri pendukungnya, Pemerintah Kota Bekasi berharap Bantargebang dapat menjadi contoh transformasi kawasan lingkungan yang berhasil mengubah tantangan menjadi peluang pembangunan berkelanjutan.

"Dulu orang mengenal Bantargebang karena gunungan sampahnya. Ke depan, kami ingin Bantargebang dikenal sebagai simbol keberhasilan pengelolaan lingkungan modern, tempat lahirnya energi bersih, inovasi teknologi, dan pusat pertumbuhan ekonomi hijau di Kota Bekasi," pungkasnya.

Pemkot Bekasi menargetkan tahapan groundbreaking dapat dilaksanakan pada awal Juli 2026 dan direncanakan akan diresmikan Presiden Prabowo Subianto.

Tags:
pltsabekasipemkot bekasi

Tim Poskota

Reporter

Febrian Hafizh Muchtamar

Editor