Potret kampus ITB yang menjadi ruang kolaborasi bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM). (Sumber: Poskota/Gatot Poedji Utomo)

Daerah

ITB Buka Kampus untuk Masyarakat, Dorong UMKM Berbasis Riset dan Inovasi

BANDUNG, POSKOTA.CO.ID- Institut Teknologi Bandung (ITB) menegaskan komitmennya menjadi kampus yang memberi dampak nyata bagi masyarakat, salah satunya dengan membuka ruang kolaborasi bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) melalui riset, inovasi, budaya, dan industri kreatif.

Wakil Rektor Bidang Komunikasi, Kemitraan, Kealumnian, dan Administrasi (WRKMAA) ITB, Rikrik Kusmara, mengatakan, keberadaan kampus tidak hanya diukur dari kegiatan akademik nya saja melainkan, dari sejauh mana hasil riset dan inovasi dapat dirasakan masyarakat serta membuka peluang ekonomi baru.

"ITB memiliki misi utama sebagai kampus yang berdampak. Salah satu bentuknya adalah menghadirkan inovasi yang bisa menjadi inspirasi dan bibit baru bagi pengembangan UKM di Indonesia," kata Rikrik.

Menurut dia, banyak alumni ITB yang telah mengembangkan UMKM dengan produk unik dan memiliki nilai tambah. Karena itu, kampus terus mendorong agar hasil inovasi dapat dikembangkan lebih jauh menjadi peluang ekonomi dan industri.

Baca Juga: Pencipta Lagu Erika HTM ITB Siapa? Berikut Jejak dan Identitas di Balik Lirik Kontroversial Ini

Salah satu contoh yang dikembangkan adalah teknologi fermentasi dari Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati ITB. Inovasi tersebut kemudian dikolaborasikan dengan pelaku industri kuliner dan chef profesional untuk menghasilkan kreasi makanan berbasis bahan fermentasi.

Melalui acara akulturasi bertajuk “Fermentation”, ITB mengolah hasil riset tersebut menjadi sajian kuliner khas dengan konsep gastronomi Sunda. Bahan pangan hasil inovasi teknologi fermentasi dikreasikan menjadi hidangan Nusantara yang menggabungkan unsur sains, budaya, dan peluang bisnis.

“Dari inovasi terbaru ini tetap bisa digabungkan dengan budaya sehingga menjadi gastronomi Sunda yang unik. Ini menunjukkan bahwa riset bisa berkembang menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi," ungkapnya.

Dia menambahkan, ITB juga melakukan kurasi terhadap produk dan karya yang ditampilkan agar masyarakat mendapatkan inspirasi dari inovasi unggulan.

Baca Juga: Biodata Maya Hasan Lengkap: Umur, Agama, Suami hingga Akun IG Pemeran Mama Ancika di Dilan ITB 1997

"Kegiatan tersebut menjadi wadah pertemuan antara akademisi, pelaku usaha, mitra industri, pemerintah daerah, hingga masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Komunikasi dan Hubungan Masyarakat ITB Nurlaela Arief, menambahkan kampus tidak boleh menjadi tempat yang tertutup dari masyarakat.

ITB akan terus membuka kesempatan agar masyarakat dapat melihat langsung berbagai inovasi yang lahir di lingkungan kampus.

"Kampus jangan menjadi tempat yang steril, tetapi menjadi ruang kebudayaan dan kolaborasi. Dengan waktu dan situasi yang tepat, masyarakat bisa masuk dan melihat apa yang terjadi di kampus," kata Murlela.

Acara akulturasi tersebut dihadiri lebih dari 1.000 keluarga besar ITB, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, karyawan, hingga keluarga. Selain menampilkan karya akademik dan riset, kegiatan juga menghadirkan pertunjukan dari sivitas akademika serta kehadiran Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Ke depan, ITB berharap kolaborasi antara inovasi, budaya, dan dunia usaha dapat diperluas bersama mitra BUMN, pemerintah daerah, serta pelaku UMKM agar hasil riset kampus mampu menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Tags:
UMKM ITB Institut Teknologi Bandung

Gatot Poedji Utomo

Reporter

Muhammad Dzikrillah Tauzirie

Editor