POSKOTA.CO.ID - PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan berbagai dampak positif melalui berbagai inovasi dan inisiatif berkelanjutan, termasuk mendorong gaya hidup sehat seperti olahraga lari.
Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kemenkes, lebih dari 70 persen kematian di Indonesia disebabkan oleh Penyakit Tidak Menular (PTM), seperti diabetes, penyakit jantung, dan hipertensi.
Dalam dua dekade terakhir, kasus diabetes bahkan meningkat hingga dua kali lipat, sementara hipertensi dialami oleh satu dari tiga orang dewasa, serta angka obesitas yang terus menunjukkan tren peningkatan.
Risiko kesehatan yang masih dihadapi masyarakat juga tercermin dari pembayaran klaim kesehatan Generali Indonesia untuk periode Januari hingga Mei 2026 yang meningkat 10,21 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.
Dari data di atas Generali Indonesia mengajak masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat, mengingat gaya hidup pasif masih menjadi tantangan di Indonesia, di mana 95,8 persen orang dewasa tercatat kurang melakukan aktivitas fisik.
Generali Lion Heart Run 2026

Sebagai bagian dari komitmennya, Generali Indonesia pertama kali menggelar Generali Lion Heart Run 2025 yang merupakan sebuah charity fun run sejauh 5K yang akan dilaksanakan pada Minggu, 30 Agustus 2026 di Plaza Barat, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur.
Event ini menargetkan 2.000 pelari untuk berpartisipasi dan bergerak bersama, seluruh hasil penjualan tiket dan pendapatan di acara ini 100 persen akan didonasikan untuk pendidikan 1.000 anak usia dini di berbagai kota di Indonesia melalui The Human Safety Net (THSN).
“Di acara ini, kami mengusung semangat ‘Every Step, Empowering Lives’, yang berarti setiap langkah akan membawa makna dan kebaikan, baik untuk kesehatan tubuh diri kita sendiri dan juga membuka peluang bagi masa depan yang lebih baik bagi anak-anak dan masyarakat Indonesia secara luas,” ucap President Director dan CEO Generali Indonesia, Rebecca Tan.
Donasi Pendidikan 1.000 Anak Usia Dini

Data terbaru menunjukkan angka partisipasi anak usia 3-6 tahun PAUD baru mencarapai 36,19 persen pada 2025 dengan sebagian besar anak usia dini (65,85 persen) masih belum tersentuh layanan pendidikan prasekolah.
