POSKOTA.CO.ID - Samsung kembali menjadi sorotan menjelang peluncuran produk wearable terbarunya. Berdasarkan berbagai bocoran yang beredar, perusahaan teknologi asal Korea Selatan itu disebut tengah mempersiapkan Galaxy Watch Ultra 2 dengan peningkatan yang cukup signifikan, terutama pada sektor baterai dan performa.
Perangkat smartwatch premium tersebut dikabarkan akan membawa baterai yang jauh lebih besar dibanding generasi sebelumnya. Tidak hanya itu, Samsung juga disebut akan membekali perangkat ini dengan chipset Snapdragon Wear Elite terbaru dari Qualcomm, yang dirancang untuk menghadirkan efisiensi daya lebih baik sekaligus peningkatan performa yang signifikan.
Jika informasi yang beredar terbukti akurat, Galaxy Watch Ultra 2 berpotensi menjadi salah satu smartwatch Wear OS dengan daya tahan baterai terbaik di kelasnya.
Baca Juga: Polisi Gerebek 2 Lokasi Perjudian Berkedok Time Zone Jakut dan Jakbar, Lebih dari 60 Orang Ditangkap
Kapasitas Baterai Meningkat Hingga 35 Persen
Salah satu informasi yang paling menarik perhatian dari bocoran Galaxy Watch Ultra 2 adalah peningkatan kapasitas baterainya.
Perangkat ini disebut akan menggunakan baterai dengan kapasitas terukur sebesar 784mAh yang kemungkinan dipasarkan sebagai kapasitas tipikal 800mAh. Angka tersebut jauh lebih besar dibanding Galaxy Watch Ultra generasi pertama yang dibekali baterai 590mAh.
Dengan peningkatan sekitar 35 persen, Samsung tampaknya berusaha menjawab salah satu kebutuhan utama pengguna smartwatch modern, yakni masa pakai baterai yang lebih panjang.
Selama beberapa tahun terakhir, daya tahan baterai memang menjadi tantangan bagi banyak perangkat wearable berbasis Wear OS. Pengguna menginginkan smartwatch yang mampu menjalankan berbagai fitur kesehatan, navigasi, hingga notifikasi tanpa harus terlalu sering mengisi daya.
Karena itu, peningkatan kapasitas baterai menjadi langkah yang dinilai relevan untuk meningkatkan pengalaman penggunaan sehari-hari.
Snapdragon Wear Elite Jadi Andalan Baru Samsung
Selain baterai yang lebih besar, Galaxy Watch Ultra 2 juga dikabarkan akan mengandalkan Snapdragon Wear Elite, chipset wearable terbaru yang diperkenalkan Qualcomm dalam ajang Mobile World Congress (MWC) 2026.
Platform ini dibangun menggunakan teknologi fabrikasi 3 nanometer yang lebih efisien dibanding generasi sebelumnya. Qualcomm mengklaim bahwa Snapdragon Wear Elite mampu menghadirkan efisiensi daya hingga 30 persen lebih baik.
Keunggulan tersebut diperkirakan akan memberikan dampak besar terhadap daya tahan smartwatch, terutama ketika dipadukan dengan baterai berkapasitas besar yang disebut akan hadir pada Galaxy Watch Ultra 2.
Tidak hanya soal efisiensi daya, Qualcomm juga menjanjikan peningkatan performa yang cukup drastis. Perusahaan tersebut mengklaim performa CPU meningkat hingga lima kali lebih cepat, sementara kemampuan GPU mencapai tujuh kali lebih tinggi dibanding platform wearable sebelumnya.
Peningkatan ini memungkinkan berbagai aplikasi berjalan lebih lancar, termasuk fitur kebugaran, pelacakan aktivitas, hingga tampilan antarmuka yang lebih responsif.
Kemampuan AI Jadi Nilai Tambah
Tren kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) juga diperkirakan akan menjadi bagian penting dari Galaxy Watch Ultra 2.
Snapdragon Wear Elite telah dibekali Neural Processing Unit (NPU) yang memungkinkan pemrosesan AI dilakukan langsung di perangkat. Dengan pendekatan ini, sejumlah fitur cerdas dapat berjalan lebih cepat tanpa harus selalu bergantung pada koneksi internet atau layanan cloud.
Langkah tersebut sejalan dengan strategi Samsung yang semakin aktif mengembangkan ekosistem Galaxy AI pada berbagai perangkatnya.
Beberapa laporan juga menyebut Samsung tengah menyiapkan fitur kesehatan dan kebugaran generasi baru yang akan terintegrasi dengan Galaxy AI dan Samsung Health. Meski demikian, perusahaan belum mengungkap detail resmi mengenai kemampuan baru yang akan hadir pada smartwatch tersebut.
Perubahan Strategi dari Samsung?
Rumor penggunaan Snapdragon Wear Elite juga menarik perhatian karena Samsung selama beberapa tahun terakhir lebih sering menggunakan chipset Exynos untuk lini Galaxy Watch.
Jika bocoran ini benar, maka penggunaan prosesor Qualcomm dapat menjadi sinyal adanya perubahan strategi dalam pengembangan perangkat wearable premium Samsung.
Penggunaan chipset pihak ketiga bukanlah hal baru di industri teknologi. Namun, keputusan tersebut biasanya diambil ketika sebuah perusahaan melihat peluang untuk menghadirkan kombinasi performa, efisiensi, dan fitur yang lebih kompetitif.
Bagi pengguna, perubahan ini berpotensi menghadirkan pengalaman yang lebih optimal, terutama dalam hal kecepatan, konsumsi daya, dan kemampuan AI yang semakin berkembang.
Potensi Daya Tahan Lebih dari Tiga Hari
Kombinasi baterai berkapasitas besar dan chipset yang lebih hemat daya memunculkan spekulasi menarik mengenai masa pakai Galaxy Watch Ultra 2.
Sejumlah laporan industri menyebut perangkat ini berpotensi bertahan lebih dari tiga hari dalam satu kali pengisian daya. Meskipun angka tersebut masih sebatas prediksi, peningkatan daya tahan seperti itu tentu menjadi nilai jual yang kuat di pasar smartwatch premium.
Bagi pengguna yang aktif berolahraga, melakukan perjalanan, atau bekerja di lapangan, daya tahan baterai yang panjang dapat menjadi faktor penting dalam memilih perangkat wearable.
Apalagi Galaxy Watch Ultra sejak awal memang dirancang untuk pengguna dengan mobilitas tinggi, pecinta aktivitas luar ruang, hingga profesional yang membutuhkan perangkat tangguh sepanjang hari.
Baca Juga: BNI Raih 7 Penghargaan Internasional, Perkuat Layanan Transaction Banking
Diperkirakan Meluncur Bersama Galaxy Watch 9
Galaxy Watch Ultra 2 disebut-sebut akan diperkenalkan dalam acara Galaxy Unpacked yang diperkirakan berlangsung pada pertengahan 2026.
Pada ajang yang sama, Samsung juga diyakini akan meluncurkan Galaxy Watch 9 dan Galaxy Watch 9 Classic sebagai penerus lini smartwatch regulernya.
Tidak hanya perangkat wearable, acara tersebut juga diprediksi menjadi panggung peluncuran smartphone lipat generasi terbaru, yakni Galaxy Z Fold 8 dan Galaxy Z Flip 8.
Meski seluruh informasi yang beredar saat ini masih berupa bocoran, arah pengembangan Galaxy Watch Ultra 2 terlihat semakin jelas. Samsung tampaknya ingin menghadirkan smartwatch yang tidak hanya menawarkan desain premium, tetapi juga daya tahan baterai lebih lama, performa lebih tinggi, dan kemampuan AI yang semakin canggih.
Dengan spesifikasi yang beredar saat ini, Galaxy Watch Ultra 2 berpotensi menjadi salah satu smartwatch premium paling menarik yang hadir pada tahun 2026. Detail resmi mengenai spesifikasi lengkap, harga, dan ketersediaannya diperkirakan akan terungkap dalam beberapa pekan mendatang saat Samsung menggelar acara peluncuran berikutnya.