Obrolan warteg edisi hari ini, Senin, 8 Juni 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)

Nah Ini Dia

Obrolan Warteg: Ingin Demo, Listyo Mau jadi Aktivis

Senin 08 Jun 2026, 14:29 WIB

Oleh: Joko Lestari

POSKOTA.CO.ID - Ada hal menarik yang disampaikan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memberikan sambutan pada Kongres III Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), Jakarta, Minggu, 7 Juni 2026.

Diberitakan, hal menarik dimaksud menyangkut keinginan Listyo Sigit menjadi aktivis setelah pensiun dari jabatannya sebagai Kapolri. Tujuannya mengisi kekosongan aktivis yang kini banyak mengampu jabatan di pemerintahan.

Seperti diketahui, banyak aktivis yang kini menduduki jabatan di pemerintahan, salah satunya Mohammad Jumhur Hidayat telah didapuk menjadi Menteri LH dan Said Iqbal yang rencananya dilantik menjadi Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan, Senin, 8 Juni 2026.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Tak Selamanya Mengekor Itu Buruk

Sigit pun berseloroh, setelah nanti menjadi aktivis akan berdemo. Menurutnya, selama lima tahun sebagai Kapolri kerap didemo oleh massa dan ingin gantian demo setelah menjadi aktivis.

“Apakah keinginan Kapolri setelah pensiun akan menjadi aktivis itu serius apa sebatas bercanda,” tanya bung Heri mengawali obrolan warteg bersama sohibnya, mas Bro dan bang Yudi.

“Pertanyaan seperti itu pun disampaikan langsung kepada Kapolri, usai pembukaan kongres. Jawabnya: emangnya Enggak boleh dirinya menjadi aktivis,” jelas Yudi.

“Menurut penafsiran kalian bagaimana, keinginan tersebut serius, atau enggak?” tanya Heri.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Teganya, Uang Rakyat untuk Bancakan

“Wah, susah menafsirkannya.Tetapi kalaupun nantinya menjadi aktivis, didaulat menjadi ketua umum organisasi massa, itu juga karena keinginan masyarakat. Soal diterima atau ditolak, itu urusan pribadi,” urai mas Bro.

“Betul juga,kita lihat aja pada saatnya setelah pensiun. Yang jelas Pak Sigit masih aktif sebagai Kapolri hingga sekarang,” jelas Heri.

“Iya juga, kita juga nggak tahu setelah pensiun dari dinas aktif Polri, apakah ada tugas baru dari negara, kita juga enggak tahu. Itu soal nanti,” kata Yudi.

“Tapi menarik juga seloroh Kapolri, yang ingin gantian demo setelah menjadi aktivis,” kata mas Bro.

“Enggak salah juga kalau gantian demo. Enggak ada larangan, demo itu kan menyampaikan aspirasi, bisa dilakukan siapa saja. Setiap warga negara berhak menyampaikan pendapat. Itu dilindungi oleh undang-undang,” kata Yudi.

“Bahkan jajaran Polri selama ini turun lapangan mengawal para demonstran menyampaikan aspirasinya agar berjalan tertib dan tepat sasaran,” kata Heri.

“Jadi soal demo mendemo, hubungan para aktivis dengan jajaran Polri sudah terbangun sejak lama. Aktivis menyampaikan aspirasi, polisi mengawal aktivis menyampaikan aspirasi,” ujar mas Bro.

Tags:
aktivisListyo Sigit Prabowokapolriobrolan warteg

Tim Poskota

Reporter

Febrian Hafizh Muchtamar

Editor