POSKOTA.CO.ID - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan di Istana Kepresidenan pada Senin, 8 Juni 2026.
Selain melantik Said Iqbal, Presiden Prabowo Subianto juga melantik tiga pimpinan baru di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN).
Ketiganya adalah Nanik Deyang sebagai Kepala BGN, Agustina Arumsari sebagai Wakil Kepala BGN, serta Trenggono.
Di tengah kabar pelantikan tersebut, masyarakat juga mulai mencari informasi mengenai kehidupan pribadi Said Iqbal.
Lantas, siapa anak dan istri Said Iqbal? Berikut latar belakang aktivis buruh yang resmi dipercaya mengemban jabatan sebagai Penasihat Khusus Presiden.
Baca Juga: 109 Tiang Monorel di Rasuna Said Terbongkar, Target Penataan Selesai Juni
Siapa Istri dan Anak Said Iqbal?
Di balik aktivitasnya sebagai tokoh buruh yang kerap tampil di ruang publik, Said Iqbal memiliki kehidupan keluarga yang cukup tertutup.
Lewat informasi yang dihimpun, Said Iqbal diketahui pernah menikah dengan Ika Liviana Gumay.
Dari pernikahan tersebut, keduanya dikaruniai seorang putri. Namun, Ika Liviana Gumay meninggal dunia pada 17 Juli 2019.
Setelah itu, Said Iqbal diketahui menikah kembali dengan Indri Yuli Hartati, yang kini menjadi pendamping hidupnya.
Said Iqbal sendiri lahir pada 5 Juli 1968. Sejak muda, dirinya dikenal memiliki ketertarikan pada bidang teknik dan industri yang kemudian membawanya terjun ke dunia manufaktur.
Pendidikan menjadi salah satu fondasi penting dalam perjalanan hidupnya. Ia menamatkan pendidikan menengah di SMA Negeri 51 Jakarta pada tahun 1987 dan disebut lulus sebagai juara umum.
Setelah itu, dia melanjutkan pendidikan Teknik Mesin di Universitas Indonesia melalui program politeknik. Ia kemudian meraih gelar Sarjana Teknik Mesin dari Universitas Jayabaya.
Tak berhenti di sana, Said Iqbal juga melanjutkan studi hingga memperoleh gelar Magister Ekonomi dari Universitas Indonesia.
Perjalanan Said Iqbal sebagai aktivis buruh dimulai pada tahun 1992 ketika ia bekerja di sebuah perusahaan elektronika di Kabupaten Bekasi.
Setelah era Reformasi 1998 membuka kebebasan bagi pekerja untuk membentuk organisasi serikat secara mandiri, Said Iqbal bersama sejumlah tokoh buruh mendirikan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI).
Nama Said Iqbal semakin dikenal luas setelah dipercaya memimpin Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).
Di bawah kepemimpinannya, KSPI kerap menggelar berbagai aksi dan advokasi terkait kenaikan upah, perlindungan tenaga kerja, jaminan sosial, hingga kebijakan ketenagakerjaan nasional.
Pada tahun 2012, ia menjabat sebagai Presiden KSPI dan kembali terpilih secara aklamasi untuk periode 2017–2022.
Selain aktif di dunia perburuhan, Said Iqbal juga mulai terlibat dalam dinamika politik nasional.
Pada Pemilihan Presiden 2019, ia secara terbuka memberikan dukungan kepada pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.
Saat itu, Said Iqbal dikenal sebagai salah satu tokoh yang cukup kritis terhadap kebijakan pemerintahan Presiden Joko Widodo, khususnya terkait isu ketenagakerjaan.
Babak baru perjalanan politik Said Iqbal dimulai pada 5 Oktober 2021 ketika ia terpilih sebagai Presiden Partai Buruh.
Partai tersebut dihidupkan kembali sebagai wadah politik yang berupaya memperjuangkan kepentingan buruh, petani, nelayan, guru honorer, hingga kelompok masyarakat pekerja lainnya.