Ilustrasi perangkat Vision Pro dan konsep kacamata pintar Apple. Perusahaan dikabarkan mengalihkan fokus pengembangan dari headset mixed reality menuju smart glasses berbasis AI yang dinilai lebih berpotensi diterima pasar massal. (Sumber: Dok/Apple)

TEKNO

Apple Dikabarkan Hentikan Pengembangan Vision Pro 2, Fokus ke Kacamata Pintar Berbasis AI

Minggu 07 Jun 2026, 08:12 WIB

POSKOTA.CO.ID - Apple disebut sedang melakukan perubahan besar dalam arah pengembangan perangkat augmented reality (AR) dan mixed reality.

Jika sebelumnya perusahaan gencar mengembangkan lini Vision sebagai masa depan komputasi spasial, kini fokus tersebut dikabarkan mulai bergeser ke kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dinilai lebih mudah diterima pasar.

Informasi ini berasal dari analis rantai pasok Apple, Ming-Chi Kuo, yang menyebut perusahaan telah menghentikan sejumlah proyek perangkat Vision, termasuk Vision Pro generasi kedua dan Vision Air yang sebelumnya dirancang sebagai versi lebih ringan dari Vision Pro.

Menurut Kuo, keputusan tersebut merupakan bagian dari strategi baru Apple untuk mengalokasikan sumber daya ke produk yang memiliki peluang adopsi lebih besar di kalangan konsumen. Dibandingkan headset mixed reality yang berukuran besar dan berharga premium, kacamata pintar dianggap lebih praktis untuk digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

Perubahan arah ini juga disebut telah mendapatkan dukungan dari John Ternus, yang dijadwalkan resmi menjabat sebagai CEO Apple mulai September 2026.

Baca Juga: MPMX Fokus Perkuat Semua Lini Usaha di 2026, dari Motor Honda hingga Kendaraan Listrik

Dari Tujuh Proyek Menjadi Dua Produk Utama

Perubahan strategi tersebut cukup signifikan jika dibandingkan dengan roadmap Apple yang pernah diungkap pada 2025. Saat itu, perusahaan disebut sedang mengembangkan tujuh perangkat yang mencakup headset Vision dan berbagai model smart glasses.

Namun setelah evaluasi internal, kini hanya dua produk yang masih aktif dalam peta pengembangan perusahaan.

Produk pertama adalah kacamata pintar berbasis AI yang diposisikan sebagai pesaing langsung Ray-Ban Meta. Perangkat ini dikabarkan tidak akan menggunakan layar, melainkan mengandalkan kamera, mikrofon, sensor, dan interaksi suara berbasis AI untuk membantu pengguna dalam berbagai aktivitas harian.

Jika pengembangannya berjalan sesuai rencana, perangkat tersebut diperkirakan mulai dipasarkan pada 2027.

Sementara itu, produk kedua adalah kacamata AR yang menggunakan teknologi optical waveguide atau pandu gelombang optik. Teknologi ini memungkinkan informasi digital muncul langsung pada lensa transparan tanpa menghalangi pandangan pengguna terhadap lingkungan sekitar.

Meski terdengar menjanjikan, perangkat AR tersebut diperkirakan baru siap hadir paling cepat pada 2029.

Masa Depan Vision Pro Masih Menjadi Perdebatan

Meski laporan Kuo menunjukkan Apple mulai meninggalkan lini Vision Pro, pandangan berbeda datang dari jurnalis Bloomberg, Mark Gurman.

Dalam laporannya, Gurman menyebut Apple masih memiliki proyek Vision Pro 2 yang saat ini berada dalam tahap pengujian internal. Namun proyek tersebut disebut berstatus "on ice" atau tidak menjadi prioritas utama perusahaan untuk saat ini.

Gurman juga sebelumnya mengungkap bahwa Apple masih mengeksplorasi headset Vision Pro yang lebih ringan dan lebih terjangkau. Hanya saja, berbagai tantangan terkait desain produk dan biaya produksi membuat perangkat tersebut kemungkinan baru meluncur pada akhir 2028 atau bahkan 2029.

Perbedaan laporan ini menunjukkan bahwa arah pengembangan produk AR Apple masih bisa berubah seiring perkembangan teknologi dan respons pasar.

Baca Juga: Geger Penemuan Mayat Bayi di Flyover Beji Ternyata Bangkai Kucing

Penjualan Vision Pro Jadi Faktor Penting

Perubahan strategi ini dinilai tidak lepas dari performa Vision Pro sejak pertama kali diperkenalkan ke publik.

Dengan harga mencapai US$3.499, headset tersebut menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari harga yang tinggi, bobot perangkat yang relatif berat, hingga keterbatasan ekosistem aplikasi dan konten.

Sejumlah laporan industri juga menyebut penjualan Vision Pro belum mampu memenuhi ekspektasi awal yang diharapkan Apple. Kondisi tersebut membuat perusahaan perlu mengevaluasi kembali pendekatan mereka terhadap pasar perangkat AR dan mixed reality.

Di sisi pengguna, respons terhadap kabar ini beragam. Sebagian mengaku masih puas dengan kemampuan Vision Pro saat ini. Namun sebagian lainnya khawatir berkurangnya fokus Apple terhadap lini Vision dapat memperlambat perkembangan aplikasi dan konten yang tersedia di masa depan.

Pada akhirnya, jika laporan tersebut terbukti akurat, Apple tampaknya tengah mengikuti tren baru industri teknologi: menghadirkan perangkat AI dan AR dalam bentuk yang lebih ringan, lebih praktis, dan lebih mudah digunakan oleh pasar massal. Bagi Apple, masa depan komputasi mungkin tidak lagi berada pada headset besar yang menutupi wajah, melainkan pada kacamata pintar yang dapat digunakan sepanjang hari layaknya aksesori biasa.

Tags:
Vision Pro 2Kacamata Pintar AppleApple Smart GlassesApple Vision Pro

Yusuf Sidiq Khoiruman

Reporter

Yusuf Sidiq Khoiruman

Editor