POSKOTA.CO.ID - Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) Silmy Karim tengah menjadi sorotan setelah dirinya mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu malam, 3 Juni 2026.
KPK sendiri menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan terkait pengurusan dokumen keimigrasian usai menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT).
Dalam operasi tersebut, Silmy Karim tidak menjadi satu-satunya pejabat yang terjerat.
KPK juga menetapkan tujuh pejabat lainnya dari lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan sebagai tersangka.
Selain Silmy Karim, sejumlah pejabat yang turut ditetapkan sebagai tersangka antara lain Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non-TPI Jakarta Barat Ronald Arman Abdullah, eks Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Imigrasi Saffar Muhammad Godam, serta Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Jawa Barat Jaya Saputra.
Di tengah berkembangnya penyelidikan itu, profil Silmy Karim serta harta kekayaannya turut menjadi bahan perbincangan.
Lantas, Silmy Karim sebenarnya anak siapa dan berapa harta kekayaannya? Mari simak informasi lengkapnya.
Baca Juga: Sosok AZ Mahasiswa PNJ Siapa? Ini Kronologi dan Pengakuannya Setelah Video Ciuman Sesama Jenis Viral
Silmy Karim Anak Siapa?
Hingga saat ini, identitas ayah maupun ibu Silmy Karim tidak banyak dipublikasikan secara terbuka kepada masyarakat maupun media nasional.
Silmy Karim lahir pada 19 November 1974 dan dikenal sebagai seorang profesional yang memiliki pengalaman panjang di bidang ekonomi, industri, pertahanan, dan birokrasi pemerintahan.
Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Trisakti pada tahun 1997.
Latar belakang akademiknya kemudian menjadi fondasi dalam perjalanan kariernya di berbagai sektor strategis.
Meski berasal dari disiplin ilmu ekonomi, Silmy juga memiliki pengalaman pendidikan di bidang militer dan pertahanan.
Program tersebut disebut berlangsung atas prakarsa Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.
Untuk memperdalam wawasan strategis dan pertahanan, Silmy mengikuti berbagai program pendidikan internasional di sejumlah lembaga bergengsi dunia.
Di antaranya NATO School di Jerman, Harvard University di Amerika Serikat, hingga Naval Postgraduate School yang juga berada di Amerika Serikat.
Karier Silmy Karim juga berkembang pesat sebelum memasuki dunia pemerintahan.
Namanya cukup dikenal saat dipercaya memimpin sejumlah perusahaan pelat merah.
Jabatan yang paling menonjol adalah ketika dirinya ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 6 September 2018.
Saat memimpin Krakatau Steel, Silmy mendapat perhatian karena berbagai langkah restrukturisasi yang dilakukan untuk memperbaiki kondisi keuangan perusahaan.
Setelah berkarier di sektor industri, Silmy kemudian dipercaya menjabat sebagai Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia pada 4 Januari 2023.
Jabatan tersebut diembannya hingga 21 Oktober 2024 sebelum akhirnya dipercaya mengisi posisi Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam kabinet pemerintahan.
Baca Juga: Sosok Elfiany Syafruddin Siapa? Viral Disomasi UMB di Tengah Hebohnya Kasus Rifaldy Fajar
Berapa Harta Kekayaan Silmy Karim?
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2025, Silmy Karim tercatat memiliki total kekayaan bersih sebesar Rp234,59 miliar.
Rincian kekayaan tersebut terdiri atas sejumlah aset dengan nilai signifikan, antara lain yakni.
- Total kekayaan bersih mencapai Rp234,59 miliar setelah dikurangi utang sebesar Rp8,99 miliar.
- Total aset yang dimiliki Silmy Karim tercatat sebesar Rp243,59 miliar.
- Aset terbesar berasal dari kepemilikan tanah dan bangunan dengan nilai mencapai Rp184,02 miliar yang tersebar di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.
- Kas dan setara kas yang dilaporkan dalam LHKPN mencapai Rp31 miliar.
- Harta bergerak lainnya tercatat memiliki nilai sebesar Rp11,39 miliar.
- Surat berharga yang dimiliki bernilai Rp8,69 miliar.
- Alat transportasi dan mesin memiliki nilai keseluruhan mencapai Rp8,47 miliar.