Ilustrasi. Berpuasa pada 28 Mei (Sumber: Pinterest/Flukpnt)

KHAZANAH

Kenapa Tidak Boleh Puasa pada 28 Mei 2026? Berikut Penjelasannya

Rabu 27 Mei 2026, 17:57 WIB

POSKOTA.CO.ID - Puasa sunnah Senin dan Kamis menjadi salah satu ibadah rutin yang banyak diamalkan umat Islam.

Namun, pada Kamis, 28 Mei 2026, pelaksanaan puasa sunnah tersebut ternyata tidak diperbolehkan karena bertepatan dengan Hari Tasyrik pertama setelah Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Larangan puasa pada Hari Tasyrik merupakan ketentuan dalam syariat Islam yang sudah dijelaskan dalam berbagai riwayat hadis.

Hari-hari tersebut menjadi momen bagi umat Muslim untuk menikmati hidangan kurban, memperbanyak dzikir, dan bersyukur kepada Allah SWT.

Baca Juga: Jangan Keliru! Ini Jadwal Penyembelihan Kurban yang Sah di Idul Adha 2026

28 Mei 2026 Bertepatan dengan Hari Tasyrik

Ilustrasi. Puasa (Sumber: Pinterest)

Tanggal 28 Mei 2026 jatuh pada 11 Dzulhijjah 1447 H yang termasuk Hari Tasyrik pertama.

Dalam Islam, Hari Tasyrik berlangsung selama tiga hari setelah Idul Adha, yakni pada 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

Pada hari-hari tersebut, umat Islam masih diperbolehkan menyembelih hewan kurban dan dianjurkan memperbanyak amal ibadah selain puasa.

Berikut jadwal Hari Tasyrik 1447 Hijriah:

Baca Juga: Apa Itu Zina Muhsan? Ini Hukuman, Dalil, dan Syarat Rajam dalam Islam

Mengapa Puasa Dilarang Saat Hari Tasyrik?

Hari Tasyrik dikenal sebagai hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah SWT.

Karena itu, umat Muslim tidak diperbolehkan menjalankan puasa sunnah maupun puasa biasa pada hari-hari tersebut, kecuali dalam kondisi tertentu yang diatur syariat.

Larangan ini didasarkan pada sejumlah hadis Rasulullah SAW yang menjelaskan bahwa Hari Tasyrik merupakan waktu untuk menikmati nikmat Allah SWT dan memperkuat syiar Islam.

Amalan yang Dianjurkan di Hari Tasyrik

Meski tidak diperbolehkan berpuasa, umat Islam tetap dianjurkan memperbanyak ibadah dan amal saleh selama Hari Tasyrik.

Baca Juga: Jadwal Libur Anak Sekolah Selama Bulan Puasa Ramadhan 2026, Ini Daftar Tanggalnya

  1. Memperbanyak Dzikir

Salah satu amalan utama di Hari Tasyrik adalah berdzikir kepada Allah SWT. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam Surat Al-Baqarah ayat 203 dan sejumlah riwayat hadis.

وقال ابنُ عَبَّاسٍ وَاذْكُرُواْ اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَّعْدُودَاتٍ أَيَّامُ العَشْرِ والأَيَّامُ المَعْدُوْدَاتُ أَيَّامُ التَّشْرِيْقِ وكَانَ ابنُ عُمَرُ وأَبُو هُرَيْرَةَ كَانَا يَخْرُجَانِ إِلَى السُّوقِ فِي أيَّامِ العَشْرِ يُكبِّرَانِ، ويُكَبِّرُ النَّاسُ بِتَكْبِيْرِهِمَا وكَبَّرَ مُحَمَّدٌ بْنُ عَلِيٍّ خَلْفَ النَافِلَةِ

Artinya: “Ibnu Abbas ra. mengatakan, ‘Sebutlah nama Allah (zikirlah) pada hari tertentu,’ (Surat Al-Baqarah ayat 203). ‘Hari 10 dan hari-hari tertentu adalah Hari Tasyrik.’ Sahabat Ibnu Umar dan Abu Hurairah ra. keluar ke pasar pada hari 10 sambil bertakbir. Orang-orang pun ikut bertakbir karena takbir keduanya. Muhammad bin Ali juga bertakbir setelah shalat sunnah,” (HR Bukhari).

Pada masa itu, para sahabat seperti Ibnu Umar dan Abu Hurairah juga memperbanyak takbir di tempat umum sehingga diikuti kaum Muslimin lainnya.

  1. Membaca Takbir, Tahmid, dan Tahlil

Selain dzikir, umat Islam dianjurkan memperbanyak bacaan takbir, tahmid, dan tahlil selama Hari Tasyrik.

Ibnu Hajar Al-Asqalani meriwayatkan adanya anjuran untuk memperbanyak kalimat tauhid dan pujian kepada Allah SWT pada hari-hari tersebut.

وقد وقع في رواية بن عمر من الزيادة في آخره فَأَكْثِرُوْا فِيْهِنَّ مِنَ التَّهْلِيْلِ وَالتَّحْمِيْدِ وَالتَّكْبِيْرِ

Artinya: “Pada riwayat Ibnu Umar ada tambahan kalimat di akhir, ‘Perbanyaklah tahlil, tahmid, dan takbir pada Hari Tasyrik,’” (Al-Asqalani, 2004 M/1424 H: II/529).

Amalan ini menjadi bentuk rasa syukur atas nikmat Allah sekaligus menyemarakkan syiar Idul Adha di tengah masyarakat.

Puasa sunnah Kamis pada 28 Mei 2026 tidak diperbolehkan karena bertepatan dengan Hari Tasyrik pertama, yakni 11 Dzulhijjah 1447 Hijriah.

Sebagai gantinya, umat Islam dianjurkan memperbanyak dzikir, takbir, tahmid, dan tahlil sebagai amalan utama di hari-hari setelah Idul Adha tersebut.

Tags:
Larangan puasaHari Raya Idul Adha 1447 HijriahHari Tasyrikumat IslamPuasa sunnah

Insan Sujadi

Reporter

Insan Sujadi

Editor