Potret Ketua Umum Inkopontren, KH. Marsudi Syuhud (kanan) dalam Rakornas Inkopontren 2026 pada Rabu, 20 Mei 2026. (Sumber: YouTube/ Santri Mendunia)

Nasional

Rakornas Inkopontren 2026, KH Marsudi Syuhud: Santri Harus jadi Bos Besar

Rabu 20 Mei 2026, 15:17 WIB

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Induk Koperasi Pondok Pesantren (Inkopontren) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang berlangsung selama dua hari, Rabu-Kamis, 20-21 Mei 2026 di SME Tower, Smesco, Jakarta

Inkopontren merupakan badan usaha koperasi sekunder yang beranggotakan pusat-pusat koperasi pondok pesantren dan koperasi pesantren di seluruh Indonesia yang berkantor pusat di Jakarta.

Tujuan dibentuknya Inkopontren ini untuk mewujudkan tatanan lembaga ekonomi umat dan pondok pesantren untuk kesejahteraan anggota dan masyarakat umum serta mewujudkan kemajuan ekonomi nasional.

Ketua Umum Inkopontren, KH. Marsudi Syuhud, mengatakan bahwa para santri serta kyai yang harus menjadi 'bos'. Pasalnya, para santi dan kyai menjadi pemberi zakat terbesar.

Baca Juga: Gaji Manajer Koperasi Desa Merah Putih Bisa Tembus Rp50 Juta? Ini Syarat dan Cara Daftarnya

“Ada sekitar 42.000 pondok pesantren dan jika 42 ribu pesantren ini santri-santrinya adalah menjadi pembayar zakat, pemberi sedekah yang terbesar. Itu sesungguhya tujuan ini,” ucap KH. Marsudi dikutip Poskota dalam keteranganya Rabu, 20 Mei 2026.

“Menjadi pembayar zakat, sedekah, infak artinya kita disuruh menjadi bos besar. Jadi para santri, kyai ini kita ubah sedikit mentalnya untuk tidak hanya jadi penerima zakat, sedekah saja. Tapi kita mestinya menjadi pembayar zakat, infak, sedekah,” sambungnya.

Ia menuturkan Inkopontren sebagai peninggalan untuk penerus-penerus di masa yang akan datang. Kendati begitu, Marsudi mengajak anggotanya dengan serius untuk melaksanakan program-program Inkopontren.

“Kita bersama-sama membuat legacy. Untuk itu, selama kita hidup ayo kita niati mempunyai peninggalan. Inkopontren berdiri dari 1998, ini harus memiliki legacy,” ucapnya.

Baca Juga: Apa Tugas Manajer Koperasi Merah Putih? Ketahui Tanggung Jawab Utamanya

Diketahui, K.H Marsudi Syuhud tidak hadir secara langsung dalam Rakornas Inkopontren 2026 karena sedang berada di Mekkah dan hadir melalui zoom meeting.

Sementara itu, Ketua Umum Dekopin, Bambang Haryadi, mengatakan gerakan koperasi khususnya melalui inkopontren untuk meningkatkan minat kembali santri melalui program koperasi.

Sebab, pondok pesantren memiliki peran untuk membangun perekonomian yang lebih baik serta memiliki posisi tawar yang luar biasa.

“Koperasi pondok pesantren harus bisa menjadi pemilik korporasi nasional dan internasional. Jadi harus aktif, kreatif dan cermat melihat peluang untuk menciptakan lapangan pekerjaan,” kata Bambang.

Di sisi pemerintah, adanya Inkopontren disebut selaras dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Yakni meningkatkan lapangan pekerjaan, mendorong kewirausahaan serta melanjutkan pengembangan infrastruktur.

“Pemerintah terus mendorong bagaimana rasio kewirausahaan pada angka empat persen, sebagai syarat menuju negara maju. Rasio ini sudah meningkat menjadi 3,29. Angka menuju empat menjadi realistis dengan dukungan aktivitas inkopontren,” ucap Wakil Menteri Ketenagakerjaan Nuryanti.

“Dari Kementerian Ketenagakerjaan memiliki komitmen untuk mendukung inkopontren melalui pelatihan-pelatihan vokasi berbasis pesantren,” sambungnya.

Rakornas tersebut ditutup dengan penandatanganan kerja sama dengan sejumlah mitra.

Tags:
koperasi pesantrenInduk Koperasi Pondok PesantrenMarsudi SyuhudRakornas Inkopontren 2026Inkopontren

Tim Poskota

Reporter

Muhammad Dzikrillah Tauzirie

Editor