Link Nonton Film Pesta Babi Gratis, Berikut Cara Akses dan Syaratnya

Senin 18 Mei 2026, 14:14 WIB
Link nonton film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita. (Sumber: YouTube/Indonesia Baru)

Link nonton film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita. (Sumber: YouTube/Indonesia Baru)

POSKOTA.CO.ID - Link nonton film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita tengah diburu masyarakat hingga Senin, 18 Mei 2026.

Film karya Dandhy Dwi Laksono dan Cypri Jehan Paju Dale ini ramai diperbincangkan di media sosial karena mengangkat isu lingkungan, masyarakat adat, dan proyek pembangunan di Papua Selatan.

Berbeda dengan film-film komersial yang tayang di jaringan bioskop nasional atau platform streaming digital, Pesta Babi hadir dalam format dokumenter investigatif yang distribusinya dilakukan secara terbatas.

Hingga kini, film Pesta Babi belum tersedia di layanan streaming publik seperti Netflix, Disney+ Hotstar, Prime Video, maupun platform video daring lainnya.

Kondisi tersebut membuat banyak masyarakat mulai mencari link nonton film Pesta Babi beserta cara resmi untuk mendapatkan akses pemutarannya.

Meski demikian, penyelenggara memastikan akses menonton film tersebut tetap dibuka untuk publik melalui mekanisme nobar resmi.

Baca Juga: Cara Nobar Film Pesta Babi di Jakarta dan Bandung, Simak Daftar Lokasi Nonton Bareng

Sinopsis Film Pesta Babi

Film Pesta Babi hadir sebagai karya investigatif berdurasi sekitar 95 menit yang mengangkat kehidupan masyarakat adat Papua di tengah perubahan besar kawasan hutan dan lahan adat di Papua Selatan.

Cerita dalam film berpusat di wilayah Merauke, Boven Digoel, dan Mappi. Lewat pendekatan dokumenter observasional, penonton diajak melihat perubahan bentang alam Papua yang perlahan dipenuhi proyek perkebunan, industri pangan, dan pengembangan bioenergi dalam skala besar.

Film ini menampilkan kondisi masyarakat adat dari sejumlah komunitas seperti suku Marind, Awyu, Yei, dan Muyu yang disebut terdampak langsung oleh ekspansi pembangunan tersebut.

Melalui visual dan narasi investigatif, dokumenter ini memperlihatkan bagaimana kawasan hutan yang sebelumnya menjadi sumber pangan, ruang hidup, dan bagian penting dari identitas budaya masyarakat adat perlahan berubah menjadi kawasan industri dan perkebunan monokultur.


Berita Terkait


News Update