Pengamat politik dan ekonomi Heru Subagia. (Sumber: Poskota/Gatot Poedji Utomo)

Nasional

Prabowo Puji Kapolri, Pengamat Sinyal Kuat Listyo Sigit Masih Sulit Digoyang

Minggu 17 Mei 2026, 16:03 WIB

BANDUNG, POSKOTA.CO.ID - Pengamat politik dan ekonomi, Heru Subagia angkat bicara terkait merebaknya isu regenerasi di tubuh Polri.

Listyo Sigit Prabowo yang didapuk sebagai Kapolri Jenderal Polisi sejak 2021 fokus pada pemulihan bencana alam, penegakan hukum, serta mendukung program swasembada pangan nasional.

Meski telah menjabat selama 5 tahun, kata Heru, ini bukan soal pergantian jabatan. Dalam hal ini, Persiden Prabowo malah menunjukkan dukungan terbuka kepada Listyo saat agenda di Tuban, Jawa Timur beberapa waktu lalu.

"Pujian itu disampaikan terkait dukungan Polri terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini bisa saja jadi dugaan kuat bahwa posisi Kapolri sulit tergantikan," kata Heru saat ditemui Poskota di Bandung, Minggu, 17 Mei 2026.

Baca Juga: Viral Momen SBY Tidak Menyalami Kapolri Listyo Sigit di HUT TNI, Ternyata Begini Faktanya!

Ia menilai, pernyataan Prabowo tersebut bukan sekadar apresiasi biasa bahkan, terkesan ada pesan politik kuat di balik ucapan presiden.

"Ketika Presiden menyebut Kapolri layak dikontrak lagi, itu bukan kalimat spontan biasa. Itu menunjukkan bahwa posisi tawar politik Listyo Sigit saat ini sangat besar," ujar alumni Fisipol UGM itu.

Menurutnya, posisi Listyo Sigit saat ini bukan hanya sebagai Kapolri secara administratif, tetapi sudah menjadi bagian penting dari konstruksi kekuasaan pemerintahan Prabowo-Gibran.

"Ada faktor strategis yang membuat Listyo Sigit tetap menjadi bagian penting dalam pemerintahan, mulai dari pengamanan agenda nasional hingga menjaga stabilitas politik domestik," tuturnya.

Baca Juga: Siapa Dedi Prasetyo dan Syahardiantono? Dua Calon Kandidat Kuat Pengganti Kapolri Listyo Sigit

Heru menilai hubungan antara Prabowo dan Listyo Sigit juga telah berkembang melampaui hubungan formal antara Presiden dan kepala institusi keamanan.

"Listyo Sigit hari ini bukan hanya Kapolri secara administratif. Dia sudah menjadi bagian dari infrastruktur politik dan keamanan pemerintahan," katanya.

Ia juga menyoroti masa jabatan Listyo Sigit yang kini telah memasuki lebih dari lima tahun. Menurutnya, kecil kemungkinan Prabowo mengambil risiko mengganti sosok yang dianggap masih efektif menjaga stabilitas pemerintahan.

“Sejak awal saya melihat pergantian Kapolri bukan agenda mudah. Dan hari ini terbukti, Listyo Sigit justru mendapat legitimasi politik langsung dari Presiden,” tuturnya.

Heru meyakini akhir masa jabatan Listyo Sigit nantinya lebih mungkin ditentukan oleh faktor usia pensiun ketimbang keputusan politik di tengah jalan.

“Artinya, bukan karena kehilangan kepercayaan. Tetapi karena memang batas formal usia jabatan,” katanya.

Baca Juga: Siapa Calon Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil Sosok Inisial S yang Ramai Diisukan

Dalam pandangan Heru, kekuatan politik Listyo juga tidak lepas dari jejaring elite yang dibangunnya selama ini. Selain dinilai dekat dengan Prabowo, Kapolri juga disebut memiliki hubungan baik dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Kedekatan tersebut dinilai menjadi modal besar yang membuat posisi Sigit semakin sulit digoyang di tengah dinamika politik nasional.

Heru bahkan menyinggung komunikasi politik Listyo Sigit dengan Titiek Soeharto yang disebut menunjukkan adanya kedekatan personal dengan lingkar inti kekuasaan.

“Dia mampu membaca arah angin politik dan menjaga konektivitas dengan banyak pusat kekuatan,” ucapnya.

Baca Juga: Aktor Fedi Nuril dan Nicholas Saputra Desak Kapolri Listyo Sigit Prabowo Mundur dari Jabatannya

Tak hanya itu, Heru menilai Listyo Sigit tengah membangun modal politik jangka panjang yang bisa berguna setelah pensiun dari institusi Polri.

“Saya kira karier politiknya belum selesai setelah pensiun dari Polri,” katanya.

Ia memprediksi Listyo masuk dalam radar kontestasi Pilpres 2029, baik sebagai calon wakil presiden maupun figur strategis yang dibutuhkan partai politik sebab, dia punya jaringan, legitimasi kekuasaan, dan modal elektoral yang tidak kecil.

"Itu yang bisa menjadi tabungan politik menuju 2029," pungkasnya.

Tags:
kapolriprabowo subiantoListyo Sigit Prabowo

Gatot Poedji Utomo

Reporter

Febrian Hafizh Muchtamar

Editor