“Hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan menjadi pondasi penting dalam menjaga stabilitas daerah, meningkatkan kesejahteraan pekerja, sekaligus menjaga kepercayaan dunia usaha dan investasi,” ujar Asep Surya Atmaja.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Kabupaten Bekasi saat ini merupakan salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional yang ditopang oleh ribuan perusahaan serta jutaan tenaga kerja dari berbagai sektor industri.
Oleh karena itu, keberlangsungan iklim investasi yang sehat harus diimbangi dengan perlindungan terhadap hak-hak pekerja serta terciptanya komunikasi yang baik antara perusahaan dan pekerja.
Baca Juga: Pemkab Bekasi Imbau Warga Sambut Tahun Baru 2026 dengan Doa dan Ziarah Bersama
“Serikat pekerja bukan hanya menjadi wadah perjuangan aspirasi kaum pekerja, tetapi juga mitra pemerintah dan perusahaan dalam menciptakan iklim kerja yang sehat, produktif, aman, dan kondusif,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Asep Surya Atmaja juga menekankan bahwa Musnik menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan meningkatkan kualitas kepemimpinan di tubuh serikat pekerja.
Ia berharap forum tersebut dapat melahirkan gagasan-gagasan konstruktif yang mampu menjawab tantangan ketenagakerjaan di masa depan, khususnya di tengah transformasi industri dan perkembangan teknologi yang semakin cepat.
“Musyawarah Unit Kerja seperti hari ini menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan kualitas kepemimpinan, serta menyusun program kerja yang mampu menjawab tantangan dunia ketenagakerjaan yang terus berkembang,” ungkapnya.
Asep Surya Atmaja mengajak seluruh elemen pekerja untuk terus meningkatkan kompetensi, disiplin, produktivitas, serta menjaga persatuan dan solidaritas di tengah tantangan dunia industri yang semakin kompleks.
Ia berharap hubungan antara pekerja dan perusahaan dapat terus dibangun melalui komunikasi yang sehat dan saling menghormati demi menciptakan keberlangsungan industri yang berkelanjutan.
“Mari kita jadikan forum ini sebagai sarana memperkuat kolaborasi antara pekerja, perusahaan, dan pemerintah demi mewujudkan Kabupaten Bekasi yang maju, sejahtera, dan berdaya saing,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Bekasi, jajaran Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), manajemen PT Aisin Indonesia, serta ratusan peserta musyawarah dari unsur pekerja dan pengurus organisasi serikat pekerja.
