POSKOTA.CO.ID - Perkembangan teknologi kedokteran modern yang kian pesat ternyata tidak serta-merta menggeser metode pengobatan tradisional. Salah satu buktinya adalah terapi bekam tanduk sebuah metode kuno yang hingga kini masih aktif dipraktikkan dan diminati masyarakat dari berbagai penjuru dunia.
Metode ini dianggap menawarkan pendekatan kesehatan yang lebih holistik, melampaui sekadar penanganan fisik, dengan menyentuh dimensi mental hingga spiritual.
Tak sedikit masyarakat yang menjadikan terapi ini sebagai pendamping bukan pengganti pengobatan medis konvensional.
Terapi bekam tanduk adalah salah satu bentuk pengobatan tradisional yang menggunakan tanduk hewan sebagai alat hisap pada permukaan kulit. Metode ini termasuk dalam rumpun besar terapi bekam (cupping therapy) yang dikenal luas di berbagai peradaban, mulai dari Timur Tengah, Asia, hingga Eropa.
Baca Juga: Pro Kontra Penunjukan Raffi Ahmad sebagai Duta BPJS Kesehatan Disorot Warganet
Dalam praktiknya, terapi bekam tanduk dipercaya membantu melancarkan sirkulasi darah, membuang racun dalam tubuh, serta memulihkan keseimbangan energi.
Berbagai klaim manfaat ini mendorong sebagian pasien untuk mencarinya sebagai terapi komplementer atas berbagai kondisi kesehatan.
Kondisi yang sering ditangani dengan terapi bekam tanduk, antara lain:
- Penyumbatan pembuluh darah
- Gangguan fungsi ginjal
- Penyakit jantung
- Pendampingan terapi kanker
- Gangguan metabolisme dan imunitas
Salah satu nama yang dikenal luas dalam dunia bekam tanduk internasional adalah Sheik Muhammad Zaenal Arifin atau akrab disapa Sheik Arifin.
Baca Juga: Jaga Kesehatan Mental Warga, Pemprov DKI Gencarkan Program JakCare hingga Skrining Jiwa Gratis
Pria kelahiran Banten ini telah menekuni praktik bekam tanduk selama lebih dari 40 tahun dan membawa keahliannya ke berbagai negara.
Perjalanan pengabdiannya membawa Sheik Arifin ke Arab Saudi, Pakistan, India, Inggris, dan sejumlah negara di Asia.
Dalam kurun waktu itu, ia disebut pernah memberikan terapi kepada tokoh-tokoh penting, termasuk salah satu mantan Perdana Menteri Pakistan pengalaman yang turut mengangkat namanya di panggung internasional.
Praktik di London, Pasien dari Berbagai Negara
Kini, di usia 66 tahun, Sheik Arifin menetap di London, Inggris, dan membuka praktik terapi yang banyak didatangi pasien internasional. Berbagai kalangan datang untuk menjalani sesi terapi sebagai bagian dari upaya pemulihan mereka.
Baca Juga: Pramono Waspadai Dampak El Nino, Pangan dan Kesehatan Jadi Problem Utama
Sejumlah pasien mengaku merasakan perubahan positif pada kondisi kesehatan mereka setelah menjalani terapi bekam tanduk secara rutin.
Meski demikian, Sheik Arifin maupun para pengamat kesehatan menekankan bahwa terapi alternatif ini tetap harus dipandang sebagai ikhtiar pendamping, bukan pengganti penanganan medis formal.
Dedikasi untuk Indonesia
Meski berdomisili di luar negeri, Sheik Arifin diketahui tetap memelihara kedekatan dengan tanah kelahirannya. Ia secara berkala kembali ke Indonesia untuk memberikan terapi kepada masyarakat umum maupun sejumlah tokoh nasional.
Lebih dari sekadar praktisi terapi, Sheik Arifin juga mendirikan pondok pesantren di Indonesia sebagai wujud kepeduliannya terhadap pendidikan keagamaan dan pemberdayaan sosial.
"Sebagai bentuk kecintaannya terhadap Indonesia dan kepeduliannya di bidang sosial serta pendidikan keagamaan, juga mendirikan pondok pesantren di Indonesia,” Sheik Muhammad Zaenal Arifin dikutip dalam keterangannya pada Selasa, 12 Mei 2026.
Bertahannya terapi tradisional di tengah modernisasi medis mencerminkan kebutuhan sebagian masyarakat akan pendekatan kesehatan yang tidak semata bertumpu pada teknologi, tetapi juga pada nilai-nilai warisan budaya dan spiritualitas yang telah diwariskan lintas generasi.
Para pengamat kesehatan menilai keduanya dapat berjalan beriringan, selama masyarakat tetap mengedepankan aspek keamanan, berkonsultasi dengan tenaga medis profesional, dan menggunakan terapi alternatif secara bijak sesuai kebutuhan masing-masing.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif. Terapi bekam tanduk adalah metode pengobatan tradisional yang belum sepenuhnya terstandarisasi secara klinis. Konsultasikan kondisi kesehatan Anda kepada dokter atau tenaga medis berlisensi sebelum menjalani terapi alternatif apa pun.