Potret Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf. (Sumber: Kemensos)

EKONOMI

Kemensos Konsultasi ke KPK soal Pengadaan Barang dan Jasa Sekolah Rakyat

Kamis 07 Mei 2026, 18:15 WIB

POSKOTA.CO.ID - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dijadwalkan bertemu pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi pada Jumat, 8 Mei 2026.

Pertemuan tersebut dilakukan untuk berkonsultasi sekaligus melaporkan proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan Kementerian Sosial.

Langkah itu disebut sebagai bentuk komitmen Kemensos dalam menjaga transparansi penggunaan anggaran negara, termasuk pada program Sekolah Rakyat yang saat ini menjadi perhatian publik.

Dalam konferensi pers di kantor Kemensos, Jakarta, Kamis, 7 Mei 2026, Gus Ipul mengatakan dirinya akan hadir bersama Wakil Menteri Sosial dan Sekretaris Jenderal Kemensos guna meminta arahan langsung dari KPK.

Baca Juga: Pemerintah Bidik Pasar China, Panda Bonds Jadi Andalan Stabilkan Rupiah

“Kami bersama Pak Wamen dan Pak Sekjen akan bersilaturahmi ke KPK untuk meminta nasihat, masukan, sekaligus menyampaikan informasi terkait proses pengadaan di lingkungan Kementerian Sosial,” ujar Gus Ipul.

Isu Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Jadi Sorotan

Potret Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Mensos Gus Ipul memakaikan sepatu Sekolah Rakyat kepada siswa. (Sumber: Instagram/@stradenine)

Menanggapi viralnya isu pengadaan sepatu Sekolah Rakyat di media sosial, Gus Ipul memastikan pihaknya tidak tinggal diam.

Ia telah menunjuk tim khusus untuk melakukan penelusuran dan pendalaman terkait polemik tersebut.

Tim tersebut dipimpin oleh Wakil Menteri Sosial dan Inspektur Jenderal Kemensos untuk mengumpulkan informasi secara menyeluruh sebelum hasilnya diumumkan kepada publik pekan depan.

“Saya meminta Pak Wamen dan Pak Irjen melakukan pendalaman agar kami mendapatkan gambaran utuh terkait isu yang berkembang di media sosial,” jelasnya.

Baca Juga: Isu Tumbang dan Dicopot Menguat, Purbaya Justru Tampil Bugar dan Penuh Canda

Gus Ipul Tegaskan Proses Lelang Dilakukan Sesuai Aturan

Gus Ipul menegaskan seluruh kebutuhan siswa Sekolah Rakyat, mulai dari sepatu hingga seragam, diperuntukkan bagi peserta didik dan tenaga pengajar melalui mekanisme pengadaan resmi.

Menurutnya, seluruh proses dilakukan secara terbuka dan mengikuti prosedur lelang yang berlaku. Namun demikian, Kemensos tetap membuka ruang evaluasi jika ditemukan hal-hal yang membutuhkan penjelasan lebih lanjut.

Ia juga menekankan bahwa kritik dan masukan dari masyarakat akan menjadi bahan evaluasi pemerintah dalam menjalankan program sosial.

Bantah Isu Markup Harga Sepatu

Sebelumnya, Gus Ipul membantah keras tudingan adanya markup harga sepatu untuk siswa Sekolah Rakyat. Ia menyebut narasi yang beredar di media sosial sebagai informasi menyesatkan yang memelintir fakta.

Baca Juga: Dukung Kemandirian Umat, Baznas Microfinance Majelis Taklim Diluncurkan

Dalam konferensi pers sebelumnya, Gus Ipul memperlihatkan dokumentasi saat dirinya bersama Khofifah Indar Parawansa membagikan sepatu kepada siswa Sekolah Rakyat di Malang pada 2 Mei 2025.

Ia menjelaskan sepatu tersebut merupakan hadiah dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui APBD, bukan bagian dari pengadaan Kemensos.

Karena itu, menurut Gus Ipul, membandingkan satu jenis sepatu bermerek yang viral di media sosial dengan keseluruhan pengadaan sepatu Sekolah Rakyat dianggap tidak relevan.

Ia menilai setiap produk memiliki spesifikasi, fungsi, dan harga yang berbeda sesuai kebutuhan program.

Tags:
Sekolah RakyatKementerian SosialKomisi Pemberantasan Korupsi Gus IpulSaifullah YusufMenteri Sosial

Insan Sujadi

Reporter

Insan Sujadi

Editor