POSKOTA.CO.ID - Daihatsu berhasil mencatakan tren positif untuk penjualan ritelnya pada April 2026. Produsen otomotif ini membukukan penjualan sebanyak 12.300 unit, meningkat sekitar 11 persen dibandingkan Maret 2026 dengan penjualan mencapai 11.115 unit.
Jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, capaian tersebut juga mengalami kenaikan sekitar 25 persen dari April 2025 yang tercatat sebesar 9.801 unit.
Marketing Director dan Corporate Communication Director PT Astra Daihatsu Motor, Sri Agung Handayani, menyebut tren ini menunjukkan perubahan kebutuhan masyarakat.
"Konsistensi Sigra dan Ayla sebagai pilihan utama para First Car Buyer di Indonesia, bersama dengan pertumbuhan Gran Max yang cukup signifikan, menunjukkan bahwa kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia saat ini semakin mengarah pada solusi yang tidak hanya fungsional dan efisien, tetapi juga mampu mendukung produktivitas dan aktivitas sehari-hari," ujar Sri Agung Handayani.
Baca Juga: Yamaha Gaet Anak Muda, Kampanye Safety Riding Dibuat Lebih Gaul
LCGC jadi Penopang Segmen Penumpang
Dari total penjualan, segmen kendaraan penumpang menyumbang 5.879 unit atau sekitar 48 persen. Pada kategori ini, model LCGC seperti Daihatsu Sigra dan Daihatsu Ayla masih menjadi kontributor utama.
Keduanya mencatatkan penjualan gabungan sebesar 3.627 unit atau sekitar 30 persen dari total penjualan Daihatsu.
Angka ini memperkuat posisi LCGC sebagai pilihan utama masyarakat yang mengutamakan efisiensi dan harga terjangkau.
Selain itu, Daihatsu Terios juga mencatatkan penjualan 1.154 unit. Sementara model lain seperti Daihatsu Xenia, Daihatsu Luxio, serta Daihatsu Rocky dan varian hybrid-nya turut melengkapi kontribusi dengan total 2.252 unit.
Baca Juga: Mobil BBM Masih Mendominasi Lelang, Toyota Avanza hingga Daihatsu Gran Max Paling Diburu
Gran Max Sumbang 52 Persen Penjualan
Di segmen kendaraan komersial, lini Daihatsu Gran Max menjadi tulang punggung penjualan dengan capaian 6.421 unit atau sekitar 52 persen dari total.
Secara rinci, varian pick up mencatatkan 4.355 unit, sedangkan versi minibus dan blind van menyumbang 2.066 unit.
Dominasi ini mencerminkan tingginya kebutuhan kendaraan niaga untuk menunjang aktivitas usaha, mulai dari skala UMKM hingga perusahaan.