Meski demikian, perbedaan tersebut tidak terlalu signifikan. Dengan ukuran mendekati tablet mini, iPhone Fold tetap menawarkan pengalaman visual yang luas dalam bentuk perangkat yang lebih fleksibel karena dapat dilipat.
2. Rasio Layar dan Pengalaman Visual
Tidak hanya soal ukuran, rasio layar juga menjadi aspek penting dalam membandingkan kedua perangkat ini. iPhone Fold disebut mengusung rasio 4:3, yang selama ini identik dengan lini iPad.
Rasio ini dinilai ideal untuk berbagai aktivitas, mulai dari membaca, multitasking, hingga menonton video.
Dengan layar yang lebih tinggi dibandingkan smartphone biasa, pengguna akan mendapatkan ruang tampilan tambahan tanpa harus mengorbankan kenyamanan genggaman.
Hal ini membuat iPhone Fold berada di antara dua kategori perangkat, yakni smartphone dan tablet, sekaligus menghadirkan pengalaman hybrid yang menjadi daya tarik utama perangkat lipat.
Baca Juga: Daftar Harga iPhone April 2026 Resmi di Indonesia, Turun atau Naik? Cek Sebelum Beli
3. Layar Luar yang Lebih Ringkas
Menariknya, ketika dalam kondisi tertutup, ukuran layar luar iPhone Fold justru jauh lebih kecil. Bocoran menyebutkan layar eksternal berada di kisaran 5,3 hingga 5,5 inci.
Ukuran tersebut bahkan lebih kecil dibandingkan beberapa model iPhone sebelumnya, seperti iPhone Mini.
Strategi ini menunjukkan bahwa Apple kemungkinan besar mengarahkan pengguna untuk lebih sering menggunakan layar utama saat perangkat dibuka.
Namun, ukuran layar luar yang kompak juga bisa menjadi keunggulan tersendiri, terutama bagi pengguna yang menginginkan perangkat ringkas dan mudah dioperasikan dengan satu tangan.
4. Strategi Desain Apple di Pasar Foldable
Pendekatan yang diambil Apple dalam merancang iPhone Fold terlihat berbeda dari kompetitor.
Alih-alih menghadirkan layar luar besar, Apple justru menekankan pengalaman utama pada layar dalam yang luas.
