Hanny Kristianto dikenal sebagai sosok mualaf keturunan Tiongkok yang aktif dalam kegiatan dakwah dan sosial keagamaan.
Dia memeluk Islam pada usia 36 tahun setelah melalui perjalanan spiritual yang cukup panjang.
Secara pendidikan, Hanny merupakan lulusan Universitas Kristen Krida Wacana dengan latar belakang studi di bidang bisnis, manajemen, dan marketing. Bekal akademik tersebut kemudian membawanya menekuni dunia usaha.
Dalam kiprahnya, Hanny menjabat sebagai Sekretaris Jenderal di Mualaf Center Indonesia (MCI), sebuah lembaga yang fokus pada pembinaan para mualaf.
Selain itu, ia juga merupakan pendiri Ikhlaas Foundation dan aktif sebagai Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM) di Masjid Ash Shiddiq Cikeas.
Di sektor bisnis, Hanny telah lama berkecimpung sebagai pengusaha. Ia diketahui memiliki usaha toko bahan bangunan di kawasan Cileungsi sejak 2001.
Baca Juga: Pusing dengan Pemberitaan Kasus Zarof Ricar, Hotman Paris Curhat ke Presiden Prabowo Subianto
Tak hanya itu, ia juga mengembangkan bisnis lain seperti produk KYOTO Indonesia serta menjadi co-owner bengkel AC mobil di wilayah Cikeas.
Kisah perjalanan Hanny Kristianto menjadi mualaf juga kerap menjadi perhatian. Ia mengaku sempat memiliki pandangan negatif terhadap Islam sebelum akhirnya memutuskan untuk mempelajarinya lebih dalam.
Alih-alih menemukan kesalahan, ia justru mengaku menemukan kebenaran yang mengubah pandangannya. Hanny kemudian resmi memeluk Islam di Mojokerto, Jawa Timur, pada Februari 2013.
Keputusan tersebut tidak berjalan mulus. Ia sempat menghadapi penolakan dari keluarga, termasuk ibunya.
Dalam masa sulit tersebut, Hanny mendapat dukungan dari Steven Indra Wibowo, yang juga dikenal sebagai tokoh di Mualaf Center Indonesia.
