Peringatan May Day 2026 di Monas, Buruh Tolak Upah Murah hingga Desak Penghapusan Outsourcing

Jumat 01 Mei 2026, 15:03 WIB
Ribuan massa buruh peringati May Day di kawasan Monas, Jakarta Pusat, masih bertahan, Jumat, 1 Mei 2026. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

Ribuan massa buruh peringati May Day di kawasan Monas, Jakarta Pusat, masih bertahan, Jumat, 1 Mei 2026. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

Dalam aksi tersebut, massa buruh yang tergabung dalam KSPI menyampaikan 11 tuntutan utama kepada Presiden RI, Prabowo Subianto.

Presiden KSPI, Said Iqbal, menyebutkan bahwa sejumlah isu krusial dibawa dalam momentum peringatan Hari Buruh tahun ini.

Berikut daftar tuntutan buruh, antara lain:

  • Pengesahan RUU Ketenagakerjaan
  • Penghapusan sistem outsourcing
  • Penolakan upah murah
  • Pembentukan Satuan Tugas Pemutusan Hubungan Kerja (Satgas PHK)
  • Reformasi sistem perpajakan
  • Penetapan potongan maksimal ojek online sebesar 10 persen
  • Perlindungan industri nikel nasional
  • Moratorium industri semen yang dinilai mengalami kelebihan pasokan
  • Pengangkatan buruh dan tenaga honorer menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN)
  • Revisi UU Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial
  • Penyelesaian berbagai persoalan ketenagakerjaan yang belum tuntas

Baca Juga: Di Mana Saja Titik Lokasi Aksi May Day Hari Ini di Jakarta? Cek Ruas Jalan Rawan Macet

Menurut Said Iqbal, tuntutan tersebut merupakan akumulasi dari berbagai persoalan yang telah lama dihadapi buruh di Indonesia dan diharapkan dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah.

Peringatan May Day 2026 di Monas kembali menjadi momentum bagi para pekerja untuk menyuarakan hak-hak mereka, mulai dari isu upah layak hingga kepastian kerja.

Selain sebagai ajang solidaritas, aksi ini juga menegaskan bahwa persoalan ketenagakerjaan masih menjadi perhatian utama yang membutuhkan solusi konkret dari pemerintah dan pemangku kebijakan.


Berita Terkait


News Update