Massa buruh yang menyampaikan aspirasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, pada perayaan May Day 2026, Jumat, 1 Mei 2026. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

JAKARTA RAYA

Perbedaan Penyampaian Aspirasi Buruh di Monas dan Gedung DPR RI saat Momen May Day 2026

Jumat 01 Mei 2026, 19:36 WIB

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Peringatan Hari Buruh International atau dikenal dengan May Day 2026 di Jakarta terlihat kontras.

Terdapat dua lokasi penyampaian aspirasi oleh berbagai serikat buruh, yakni di Monumen Nasional (Monas) dan Gedung DPR/MPR RI.

Suasana di kedua tempat sangat kontras saat penyampain aspirasi oleh massa buruh pada Jumat, 1 Mei 2026.

Ratusan buruh dari berbagai aliansi yang menyampaikan pendapatnya di Gedung DPR/MPRI RI menganggap massa buruh yang bergerak di Monas merupakan penjilat. Hal itu diutarakan dalam orasinya.

Baca Juga: Prabowo Singgung Elit Serakah di Peringatan May Day 2026 Sebut Curi Uang Rakyat

"Meski situasinya buruh pada hari ini tertekan, ada yang kemudian menyepong kepada kekuasaan, ada yang kemudian di sini (DPR RI) untuk menyampaikan aspirasi yang sebenarnya," kata salah satu orator di depan Gedung DPR/MPR RI, Jumat, 1 Mei 2026.

Massa Aksi di depan Gedung DPR/MPR RI ini menuntuk pemerintah untuk mengatur kebijakan terkait ketenagakerjaan yang dianggap masih tidak berpihak kepada buruh.

Mereka menyebutkan buruh tidak sejahtera, karena tida ada kebijakan yang kuat dari pemerintah terhadap perusahaan pemberi kerja.

Aksi di Monas Dapat Sembako hingga Live Dangdut

Potret antrean sembako saat May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas) pada Jumat, 1 Mei 2026. (Sumber: Poskota/ Pandi Ramedhan)

Baca Juga: Peringatan May Day 2026 di Monas, Buruh Tolak Upah Murah hingga Desak Penghapusan Outsourcing

Berbeda dengan di Gedung DPR/MPR RI, kegiatan May Day 2026 di kawasan Monas dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto.

Massa aksi yang berada di Monas mendapat paket sembako dari pemerintah hingga diajak berjoget lewat hiburan musik dangdut.

Sejumlah massa buruh menikmati apa yang disiapkan pemerintah. Seperti misalnya Dani, buruh pabrik asal Tangerang yang datang menyampaikan aspirasi ke Monas.

"Tadi ke sini rombongan, tadi dapat sih (paket sembako)," kata Dani kepada Pos Kota saat di lokasi, Jumat.

Baca Juga: 28 Ribu Buruh Bogor Berangkat Peringati May Day 2026 di Jakarta

Pidato Prabowo Sebut Elit Politik Serakah

Presiden RI Prabowo Subianto saat pidato dalam peringatan Hari Buruh atau May Day di Monas, Jakarta Pusat, Jumat, 1 Mei 2026. (Sumber: Istimewa)

Dalam pidatonya saat May Day 2026, Prabowo berkelakar terkait elit politik yang serakah dan rakus. Ia menyebutkan jika dirinya telah mempertaruhkan nyawanya, bahkan sudah berkali-kali, hanya demi Bangsa Indonesia agar lebih baik.

"Tapi saya melihat banyak elit-elit yang curi uang rakyat. Bukan ini yang saya perjuangkan bukan negara yang dirampok oleh maling-maling, saya tidak rela. Saya tidak rela ada anak-anak Indonesia yang lapar. Saya tidak rela ada ibu-ibu yang tidak bisa memberi susu untuk anaknya," kata Prabowo dalam pidatonya.

Baca Juga: Peringati May Day 2026, Belasan Ribu Buruh Tangerang Bawa Tuntutan ke Monas

"Saya tidak rela pejabat-pejabat pemerintah yang diberi kepercayaan oleh rakyat justru bekerja sama dengan pengusaha-pengusaha brengsek dengan pengusaha-pengusaha serakah," sambungnya.

Prabowo juga mengatakan keserakahan itu tak hanya sebatas elit politik, tetapi juga pengusaha. Kendati begitu, ia mengajak kepada elit ataupun pengusaha yang baik untuk bekerjasama dengan pemerintah.

"Kita butuh mereka supaya ekonomi hidup. Jangan kita benci sama orang kaya tapi kalau kayanya ngerampok," jelas Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Prabowo sekaligus menegaskan bahwa dirinya telah memerintahkan kepada Menteri agar membuar kebijakan yang berpihak ke rakyat kecil.

Baca Juga: Di Mana Saja Titik Lokasi Aksi May Day Hari Ini di Jakarta? Cek Ruas Jalan Rawan Macet

"Kalau menguntungkan rakyat kecil laksanakan itu sudah benar enggak usah ragu-ragu," ucapnya.

Di sisi lain, dalam kesempatan itu juga, Prabowo menegaskan telah mengeluarkan Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 10 Tahun 2026 Tentang Pembentukan Satuan tugas mitigasi memutuskan hubungan Kerja dan Kesejahteraan Buruh.

"Jangan khawatir kita akan membela kepentingan buruh yang diancam PHK kita akan membela dan kita akan melindungi saudara-saudara sekalian," kata Prabowo.

Massa Buruh di Monas Bawa 11 Tuntutan

Buruh memanfaatkan momen peringatan May Day di kawasan Monas, Jakarta Pusat dengan menyampaikan 11 aspirasi ke Presiden RI Prabowo Subianto.

"Kami bawa 11 isu yang mungkin jadi aspirasi," kata Presiden KSPI, Said Iqbal.

Adapun 11 tuntutan yang dibawa oleh para buruh di kawasan Monas, antara lain:

“KSPI berharap berbagai persoalan ketenagakerjaan yang telah lama diperjuangkan dapat diselesaikan pada tahun ini,” pungkasnya.

Tags:
buruhPrabowo SubiantoMay Day 2026MonasMonumen NasionalMay DayHari Buruh International

Pandi Ramedhan

Reporter

Muhammad Dzikrillah Tauzirie

Editor