POSKOTA.CO.ID - Sorotan terhadap perusahaan transportasi berbasis listrik Green SM Indonesia menguat setelah armadanya diduga terlibat dalam rangkaian kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Insiden yang terjadi pada Senin malam, 27 April 2026 itu, melibatkan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek dan menyebabkan korban jiwa serta puluhan orang luka-luka.
Nama Green SM sendiri dikenal sebagai layanan transportasi berbasis kendaraan listrik yang melakukan ekspansi ke Indonesia sejak 2024.
Kehadirannya sempat disambut positif karena dianggap mampu menjadi alternatif layanan angkutan perkotaan yang lebih efisien dan rendah emisi.
Namun dalam perjalanannya, sejumlah kecelakaan yang melibatkan armada Green SM mulai menjadi perhatian publik.
Peristiwa di stasiun Bekasi Timur itu pun menjadi titik balik sorotan terhadap Green SM.
Baca Juga: Sopir Taksi Online Dibunuh, Jasad Dibuang ke Kali Baru Teluknaga
Rekam Jejak Kecelakaan Taksi Listrik Green SM
Berikut adalah rentetan insiden yang melibatkan armada kecelakaan taksi listrik Green SM Indonesia.
1. Tragedi di Cengkareng
Taksi Xanh SM pernah dilaporkan terserempet Kereta Rel Listrik (KRL) di perlintasan antara Stasiun Bojong Indah dan Stasiun Taman Kota, tepatnya di wilayah RW 02, Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 10 Oktober 2025 sekitar pukul 13.35 WIB. Meski kendaraan mengalami kerusakan pada bagian depan, insiden di jalur relasi Tangerang–Duri itu tidak menimbulkan korban jiwa.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, M. Nasir (62), yang bertugas sebagai penjaga perlintasan, kecelakaan bermula saat KRL relasi Duri–Tangerang hendak melintas.
Ia mengaku telah memperingatkan pengemudi taksi agar berhenti dan meminta kendaraan dimundurkan karena posisinya terlalu dekat dengan jalur rel.
Namun, pengemudi taksi bernama Tarash Pulungan (53) diduga tidak mengindahkan peringatan tersebut.
Saksi juga melihat pengemudi tengah memegang telepon genggam saat kejadian. Akibatnya, bagian depan taksi terserempet KRL yang sedang melintas.
2. Tragedi di Kemayoran
Kecelakaan lain yang melibatkan taksi listrik hijau dengan kereta api juga terjadi di Jalan Rajawali, Kemayoran, Jakarta, pada 31 Desember 2025.
Dalam video yang beredar di media sosial, taksi listrik Green SM terlihat berada di area dalam palang perlintasan.
Setelah kereta pertama melintas, kendaraan tersebut justru berusaha menyeberangi rel. Tak lama berselang, kereta lain datang dan menghantam bagian depan mobil.
Benturan itu menyebabkan bagian depan kendaraan rusak cukup parah hingga lampu pecah.
Dalam video lainnya, airbag di bagian depan mobil juga terlihat mengembang akibat benturan keras.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka serius dalam insiden tersebut.
3. Tragedi di Tangerang
Kecelakaan taksi listrik VinFast Xanh SM juga tercatat terjadi di Karang Tengah, Kota Tangerang, pada Jumat, 9 Januari 2026 sekitar pukul 13.05 WIB.
Dalam kejadian itu, taksi berwarna hijau tersebut tiba-tiba mundur dan menabrak restoran ayam goreng di kawasan tersebut.
Berdasarkan rekaman CCTV, kendaraan yang dikemudikan Saiful Hidayat (25) awalnya keluar dari area parkir restoran dan diikuti taksi listrik serupa.
Saat memasuki Jalan Raden Saleh, pengemudi membelokkan kendaraannya ke arah kanan.
Namun, saat berbelok, taksi listrik itu justru ditabrak mobil lain yang datang dari arah Ciledug.
Akibat benturan tersebut, bagian bodi samping kendaraan mengalami kerusakan.
4. Tragedi di Stasiun Bekasi Timur
Peristiwa paling fatal terjadi di stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026.
Taksi listrik hijau diduga mogok di tengah rel pada perlintasan sebidang Jalan Ampera. Kendaraan tersebut kemudian tertemper KRL yang sedang melintas.
Akibat kejadian itu, rangkaian KRL lain yang berhenti di Stasiun Bekasi Timur tertahan dan tidak dapat melanjutkan perjalanan.
Nahas, dari arah belakang, Kereta Api Argo Bromo Anggrek menabrak KRL yang sedang berhenti di Stasiun Bekasi Timur.
Total korban meninggal dunia dalam kecelakaan KRL dan Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur bertambah menjadi 14 orang hingga Selasa, 28 April 2026 pukul 08.45 WIB.
Seluruh korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Sementara itu, sebanyak 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan.
Baca Juga: Kebakaran Gudang JNE di Sukmajaya Depok, Kerugian Ditaksir Capai Rp1,2 Miliar
Klarifikasi Green SM Indonesia
Menanggapi insiden di Bekasi Timur, manajemen Green SM Indonesia memberikan pernyataan resmi melalui akun Instagram @id.greensm.
Dalam keterangannya, perusahaan menyatakan memberikan perhatian penuh terhadap kejadian tersebut.
“Green SM Indonesia menaruh perhatian penuh pada terjadinya insiden di area perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026, yang melibatkan satu kendaraan Green SM dan kereta yang melintas,” kata Green SM.
Perusahaan juga mengaku telah menyerahkan informasi yang dibutuhkan kepada pihak berwenang dan mendukung penuh proses penyelidikan.
Tak hanya itu, Green SM mengaku telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang tengah berlangsung.
"Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan mendalam terkait kecelakaan di Bekasi Timur, termasuk menelusuri apakah ada unsur kelalaian, gangguan teknis kendaraan, maupun faktor lain yang menyebabkan tragedi tersebut.
