Rekam Jejak Kecelakaan Taksi Listrik Green SM: Cengkareng, Kemayoran, Tangerang hingga Bekasi

Selasa 28 Apr 2026, 10:51 WIB
Sorotan terhadap perusahaan transportasi berbasis listrik Green SM Indonesia menguat setelah armadanya diduga terlibat dalam rangkaian kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat. (Sumber: X/@mesatu_)

Sorotan terhadap perusahaan transportasi berbasis listrik Green SM Indonesia menguat setelah armadanya diduga terlibat dalam rangkaian kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat. (Sumber: X/@mesatu_)

POSKOTA.CO.ID - Sorotan terhadap perusahaan transportasi berbasis listrik Green SM Indonesia menguat setelah armadanya diduga terlibat dalam rangkaian kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Insiden yang terjadi pada Senin malam, 27 April 2026 itu, melibatkan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek dan menyebabkan korban jiwa serta puluhan orang luka-luka.

Nama Green SM sendiri dikenal sebagai layanan transportasi berbasis kendaraan listrik yang melakukan ekspansi ke Indonesia sejak 2024.

Kehadirannya sempat disambut positif karena dianggap mampu menjadi alternatif layanan angkutan perkotaan yang lebih efisien dan rendah emisi.

Namun dalam perjalanannya, sejumlah kecelakaan yang melibatkan armada Green SM mulai menjadi perhatian publik.

Peristiwa di stasiun Bekasi Timur itu pun menjadi titik balik sorotan terhadap Green SM.

Baca Juga: Sopir Taksi Online Dibunuh, Jasad Dibuang ke Kali Baru Teluknaga

Rekam Jejak Kecelakaan Taksi Listrik Green SM

Berikut adalah rentetan insiden yang melibatkan armada kecelakaan taksi listrik Green SM Indonesia.

1. Tragedi di Cengkareng

Taksi Xanh SM pernah dilaporkan terserempet Kereta Rel Listrik (KRL) di perlintasan antara Stasiun Bojong Indah dan Stasiun Taman Kota, tepatnya di wilayah RW 02, Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 10 Oktober 2025 sekitar pukul 13.35 WIB. Meski kendaraan mengalami kerusakan pada bagian depan, insiden di jalur relasi Tangerang–Duri itu tidak menimbulkan korban jiwa.

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, M. Nasir (62), yang bertugas sebagai penjaga perlintasan, kecelakaan bermula saat KRL relasi Duri–Tangerang hendak melintas.


Berita Terkait


News Update