Penyebab Taksi Green SM Mati di Rel: Picu Kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek Bekasi

Selasa 28 Apr 2026, 13:15 WIB
Penyebab taksi Green SM mati di rel masih diselidiki usai kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi. Berikut kronologi, korban, dan penjelasan resmi. (Sumber: X/@TMCPoldaMetro)

Penyebab taksi Green SM mati di rel masih diselidiki usai kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi. Berikut kronologi, korban, dan penjelasan resmi. (Sumber: X/@TMCPoldaMetro)

Namun demikian, belum dapat dipastikan apakah gangguan berasal dari kendaraan listrik tersebut atau dari sistem perlintasan. Proses investigasi masih terus berlangsung untuk memastikan penyebab pasti.

Baca Juga: Update Korban Kecelakaan Maut KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi: 14 Tewas, 84 Luka

Klarifikasi Pihak Green SM

Pernyataan resmi Green SM terkait kecelakaan KRL. (Sumber: Instagram/@id.greensm)

Pihak Green SM Indonesia turut memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut. Mereka menegaskan komitmen terhadap keselamatan operasional dan mendukung penuh proses investigasi.

“Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen menjaga standar keselamatan melalui sistem operasional dan pengawasan,” tulis manajemen Green SM.

Selain itu, perusahaan menyatakan telah menyerahkan data yang dibutuhkan kepada pihak berwenang dan akan memberikan pembaruan jika terdapat informasi terbaru.

Penjelasan Resmi PT KAI

PT KAI melalui Manajer Humas Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa penghentian KRL dipicu oleh insiden dengan taksi di perlintasan. “Jadi KRL-nya itu ada taksi yang menemper KRL di JPL lintasan dekat Bulak Kapal. Yang membuat KRL-nya terhenti,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa setelah KRL berhenti, KA Argo Bromo Anggrek datang dari arah belakang dan tabrakan pun tidak dapat dihindari.

Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Kereta di Bekasi Berawal dari Taksi Tertemper

Korban dan Proses Evakuasi

Kecelakaan ini mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka. Berdasarkan laporan awal, empat orang dilaporkan meninggal dunia, sementara puluhan lainnya mengalami luka.

Para korban dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan di sekitar Bekasi, seperti RSUD Bekasi, Primaya Hospital Bekasi Timur, Mitra Plumbon Cibitung, serta RSU Bella Bekasi.

Proses evakuasi berlangsung dramatis, dengan petugas harus mengevakuasi penumpang dari gerbong yang rusak, termasuk beberapa yang sempat terjebak di dalamnya.

Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan masih menunggu hasil investigasi resmi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Kementerian Perhubungan juga turut mengawal proses penyelidikan tersebut.


Berita Terkait


News Update