Pham Thu Huong lahir di Hanoi pada 1969 dan merupakan lulusan hukum internasional dari Universitas Nasional Kyiv, Ukraina.
Majalah Forbes menaksir kekayaannya mencapai US$2,7 miliar atau sekitar Rp46 triliun.
Dengan jumlah tersebut, ia masuk dalam jajaran perempuan terkaya di Asia. Ia juga tercatat menguasai sekitar 4,4 persen saham Vingroup.
Dengan posisi strategis tersebut, Pham Thu Huong dinilai memiliki kontribusi besar terhadap ekspansi GreenSM ke berbagai negara, termasuk Indonesia.
Di bawah bendera Vingroup, Green SM resmi menjajaki pasar Indonesia pada 2024. Sebelum beroperasi penuh, perusahaan ini sempat melakukan uji coba layanan gratis di Jakarta hingga akhir 2024.
Di negara asalnya, Vietnam, Xanh SM telah menguasai lebih dari 50 persen pangsa pasar transportasi penumpang. Perusahaan ini bersaing ketat dengan platform besar seperti Grab dan Be Group.
Untuk operasional di Indonesia, kantor pusat Green SM berada di AXA Tower, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.
Masuknya Green SM ke Indonesia menjadi salah satu langkah besar perusahaan dalam memperluas bisnis kendaraan listrik di kawasan Asia Tenggara, sekaligus memperkuat tren transportasi ramah lingkungan.
Perjalanan bisnis pasangan Pham Nhat Vuong dan Pham Thu Huong kerap disebut sebagai salah satu kisah sukses paling inspiratif di Asia Tenggara.
Karier bisnis mereka dimulai di Ukraina pada 1993, setelah keduanya menyelesaikan pendidikan di bekas Uni Soviet. Saat menetap di Kharkiv, mereka membuka restoran Vietnam bernama Thang Long.
Melihat peluang di tengah krisis ekonomi Ukraina, pasangan ini meminjam modal awal sebesar US$10.000 dengan bunga tinggi untuk memproduksi mi instan bermerek Mivina pada 1995.
Produk tersebut berkembang sangat cepat. Pada 2004, Mivina disebut telah dikonsumsi oleh 97 persen penduduk Ukraina. Bisnis itu kemudian meluas dan mengekspor produk ke 30 negara.
