Disampaikan Halimah, semasa hidup, almarhum juga dikenal aktif di lingkungan misalnya sebagai Kader PKK dan Jumantik hingga pengajian.
"Mama itu memang orang yang aktif di wilayah. Di Jumantik beliau aktif, di PKK juga beliau aktif Di posyandu juga beliau aktif, Di pengajian warga juga beliau aktif, Di muslimat mu aku juga beliau aktif," ucap Halimah.
"Jadi memang dari dulu memang sudah aktif di organisasi atau di kegiatan warga wilayah," sambungnya.
Ia menyebut bahwa saat kejadian sang ibu memang hendak pergi ke rumah adiknya di Cikarang yang sedang sakit dan rencananya mau menginap di rumah tersebut.
"Mau ke Cikarang, ke tempat adik saya, mau naik nengokin adik saya yang sakit, di rumah sakit kan dirawat," ungkapnya.
Ibu rumah tangga ini menceritakan awalnya ia mendapatkan kabar dari sang adik bahwa sang ibu pingsan.
"Jadi saya pikir mungkin pingsan biasa, karena penuh apa bagaimana keretanya. Pas saya telepon kedua, Mama sudah tidak sedarkan diri, mbak gitu, terus sudah pucat, terus saya telepon lagi," kata Halimah kepada wartawan di lokasi, Selasa, 28 April 2026.
Baca Juga: Tiga Pelaku Pencurian Spesialis Pecah Kaca Mobil Berhasil Ditangkap Polres Metro Depok
Halimah menceritakan, berdasarkan keterangan sang adik, saat kejadian suasana di dalam gerbong kereta yang mengalami kecelakaan sangat gelap dan tidak kondusif.
Saat kejadian kecelakaan, penumpang kereta berusaha menyelamatkan diri mereka masing-masing.
"Jadi laki-laki yang pada itu pada menyalamatkan diri semua. Sedangkan kalau adik saya sama ponakan saya itu lewat jendela. Kalau mama kan ga mungkin lompat lewat jendela, karena kan berat, besar," tuturnya.
"Jadi Mama cuma lewat pintu doang. Nah itu pun kata adik, tinggal sisa berapa orang doang tuh yang masih di dalam kereta. termasuk Mama saya yang ada di situ," sambung Halimah.
