Nuryati Korban Kecelakaan Kereta Maut Dikenal Pribadi yang Dermawan, Teman Pengajian: Suka Beliin Dagangan Orang

Selasa 28 Apr 2026, 20:39 WIB
Jenazah Nuryati, 63 tahun, salah satu korban tewas kecelakaan maut KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi saat hendak akan dimakamkan, Selasa, 28 April 2026. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

Jenazah Nuryati, 63 tahun, salah satu korban tewas kecelakaan maut KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi saat hendak akan dimakamkan, Selasa, 28 April 2026. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

KEMAYORAN, POSKOTA.CO.ID - Salah satu korban kecelakaan maut KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Nuryati, 63 tahun, dikenal sebagai pribadi yang baik dan dermawan selain sering mengikuti pengajian. Di lokasi rumah duka Jalan Kalibaru Timur VI Dalam RT 04 RW 08 Kelurahan Utan Panjang Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, karangan bunga berjejer dan banyak tetangga melayat.

Sejumlah ibu-ibu yang merupakan tetangga dan juga teman pengajian korban terlihat mendatangi rumah duka untuk menyampaikan bela sungkawa. Suasana duka tampak menyelimuti. Salah satu teman pengajian korban, Siti Rosni mengatakan, korban Nuryati merupakan wanita yang baik hati dan dermawan. Hal ini bisa dilihat dari kebaikan almarhum semasa hidupnya khususnya saat pengajian.

"Umpamanya ke Tanah Abang setidaknya kan harga (ongkos) Rp30 ribu apa naik Bajaj. Terus di sananya ada dagangan ini, dagangan ini dibeliin," kata Siti Rosni saat ditemui di lokasi, Selasa.

Siti Rosni mengaku sangat syok ketika mendengar teman pengajiannya itu meninggal dunia dalam kecelekaan maut KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur itu. Bahkan saat mendengar teman pengajiannya meninggal dunia dalam insiden kecelakaan kereta, ia yang sedang beberes warungn, langsung bergegas menuju rumah duka.

Baca Juga: Kronologi Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Diduga Berawal Taksi Listrik Mogok

"Saya tuh begitu saya ngedenger informasi jam 10 saya kan warung, nimbang saya berhenti ngewarung, baru berhenti. Terus udah nutup-nutup saya langsung ke rumahnya, ke rumahnya almarhum," ungkapnya.

Siti Rosni berujar, berdasarkan informasi yang dia dapat, almarhum hendak pergi ke Cikarang yaitu ke rumah anak. Bahkan rencananya almarhum akan menginap di rumah anaknya tersebut.

"Habis magrib jalan, anaknya yang di Cikarang itu ngomong 'Bunda, Bunda' karena kakaknya di sini, 'Bunda kok ibu belum nyampe-nyampe?. Aturannya kalau dari magrib jam 9 udah nyampe dong. Nah, musibah itu dari jam 10 kurang ya kayaknya kecelakaan itu," tambah Siti Rosni.

Anak pertama almarhum, Halimah, 41 tahun mengatakan, sang Ibu kesehariannya memang suka mengaji. Bahkan almarhum dikenal sebagai pribadi yang baik.

"Mama tuh orang baik, diem, enggak pernah banyak ngomong. Banyak temannya. Makanya tadi Masya Allah banget ya tamunya Mama tuh banyak banget. Makanya kita juga sampai kaget. Mama punya amalan apa? Sampai tamunya tuh banyak banget. Yang kita enggak tahu ya setelah Mama enggak ada," tambah Halimah.

Baca Juga: 10 Korban Tewas Tabrakan KRL-Argo Bromo Anggrek Teridentifikasi, Semuanya Perempuan


Berita Terkait


News Update