Dalam proses evakuasi dan penanganan, kata Anne, KAI bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Basarnas, TNI, Polri, serta tim medis.
Kolaborasi ini dilakukan untuk memastikan seluruh korban dapat segera mendapatkan pertolongan secara cepat dan tepat.
“Kami bersama Basarnas, TNI, Polri, dan tenaga medis bergerak cepat di lapangan untuk memastikan seluruh korban tertangani dengan baik dan segera,” lanjutnya.
Baca Juga: Tabrakan Kereta Api di Bekasi, DPRD Dorong Percepatan Pembangunan Flyover di Perlintasan Padat
Selain penanganan korban, KAI juga melakukan penyesuaian operasional perjalanan kereta api.
Sejumlah perjalanan KRL mengalami perubahan pola operasi, sementara layanan kereta api jarak jauh dari Stasiun Gambir dan Pasarsenen untuk sementara dihentikan demi mendukung proses evakuasi dan menjamin keselamatan perjalanan.
“Kami juga melakukan penyesuaian pola operasi perjalanan serta menyiapkan layanan alternatif bagi pelanggan agar perjalanan tetap dapat dilanjutkan meskipun dalam kondisi terbatas,” jelas Anne.
