KAI Commuter lakukan rekayasa perjalanan KRL lintas Bekasi–Cikarang. (Sumber: X/@manpixel9proxl)

JAKARTA RAYA

Insiden Argo Bromo Anggrek Seruduk KRL di Bekasi Timur Lumpuhkan Perjalanan Kereta, KAI Fokus Evakuasi dan Penanganan Korban

Selasa 28 Apr 2026, 14:09 WIB

BEKASI TIMUR, POSKOTA.CO.ID - Insiden operasional yang terjadi di wilayah Stasiun Bekasi Timur, Daerah Operasi 1 Jakarta, mengguncang layanan perkeretaapian nasional pada awal pekan ini.

Peristiwa tersebut tidak hanya berdampak pada perjalanan kereta api jarak jauh dan KRL, tetapi juga menyisakan duka mendalam setelah adanya korban jiwa dari penumpang.

“Kami menyampaikan duka mendalam dan permohonan maaf atas kejadian ini. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik," ujar VP Corporate Communication KAI, Anne Purba, dalam keterangannya, Selasa, 28 April 2026.

Menurut Anne, PT Kereta Api Indonesia (Persero) bergerak cepat melakukan penanganan di lokasi kejadian dengan mengutamakan keselamatan penumpang.

Baca Juga: Jenguk Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi, Prabowo Subianto Siapkan Rp4 Triliun untuk Perlintasan

Seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang berjumlah 240 orang dilaporkan berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Namun, dampak lebih serius dialami penumpang KRL yang berada di jalur terdampak.

"Kami memahami kesedihan yang dirasakan keluarga, dan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait agar proses penanganan berjalan dengan baik,” kata Anne.

Data sementara menunjukkan sebanyak 38 penumpang KRL harus dilarikan ke sejumlah rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. Mereka dirujuk ke berbagai fasilitas kesehatan terdekat seperti RSUD Bekasi, Primaya Hospital Bekasi Timur, Mitra Plumbon Cibitung, dan RSU Bella Bekasi.

Berdasarkan data sementara sebanyak empat penumpang KRL yang meninggal dunia. 

Baca Juga: Cara Klaim Asuransi Korban Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Ini Syarat dan Nominal Santunan

“Saat ini seluruh upaya kami difokuskan pada evakuasi dan penanganan korban dengan prioritas utama keselamatan dan kondisi setiap penumpang,” beber Anne.

Dalam proses evakuasi dan penanganan, kata Anne, KAI bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Basarnas, TNI, Polri, serta tim medis.

Kolaborasi ini dilakukan untuk memastikan seluruh korban dapat segera mendapatkan pertolongan secara cepat dan tepat.

“Kami bersama Basarnas, TNI, Polri, dan tenaga medis bergerak cepat di lapangan untuk memastikan seluruh korban tertangani dengan baik dan segera,” lanjutnya.

Baca Juga: Tabrakan Kereta Api di Bekasi, DPRD Dorong Percepatan Pembangunan Flyover di Perlintasan Padat

Selain penanganan korban, KAI juga melakukan penyesuaian operasional perjalanan kereta api.

Sejumlah perjalanan KRL mengalami perubahan pola operasi, sementara layanan kereta api jarak jauh dari Stasiun Gambir dan Pasarsenen untuk sementara dihentikan demi mendukung proses evakuasi dan menjamin keselamatan perjalanan.

“Kami juga melakukan penyesuaian pola operasi perjalanan serta menyiapkan layanan alternatif bagi pelanggan agar perjalanan tetap dapat dilanjutkan meskipun dalam kondisi terbatas,” jelas Anne.

Tags:
perjalanan kereta apilayanan perkeretaapian nasionalStasiun Bekasi Timur

Ali Mansur

Reporter

Muhammad Dzikrillah Tauzirie

Editor