Dalam sistem ini, hanya satu kereta yang diperbolehkan berada di satu blok pada waktu yang sama. Hal ini bertujuan untuk menjaga jarak aman antar kereta sekaligus meminimalkan risiko tabrakan.
Fixed block dipasang di sepanjang jalur rel dengan jarak yang disesuaikan berdasarkan headway atau interval waktu antar perjalanan kereta.
Secara umum, sistem ini terdiri atas dua jenis, yakni:
- sistem blok tertutup
- sistem blok terbuka
Baca Juga: Bangun Iklim Kompetitif, Mendagri: Ajang Penghargaan Pemda Pacu Kinerja Kepala Daerah
Teknologi tersebut saat ini telah digunakan dalam berbagai moda transportasi berbasis rel, seperti:
- KRL Commuter Jabodetabek
- kereta api jarak jauh
- kereta bandara
- LRT Sumatera Selatan
Munculnya dugaan gangguan pada fixed block pun memicu pertanyaan publik terkait efektivitas sistem keselamatan kereta api, terutama dalam mencegah kecelakaan fatal di jalur padat.
