Ketua PMI DKI Jakarta Beky Mardani. (Sumber: Istimewa)

JAKARTA RAYA

Beky Mardani, Anak Petani dari Meruya yang Kini Pimpin PMI DKI Jakarta

Selasa 28 Apr 2026, 21:40 WIB

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Sosok Beky Mardani kini mendapat amanah besar sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi DKI Jakarta untuk masa bakti 2025-2030. Lahir pada 3 Juli 1965, Beky bukan nama baru di dunia organisasi. Perjalanan panjangnya sejak usia muda mengantarkan dirinya ke pucuk kepemimpinan organisasi kemanusiaan terbesar di ibu kota.

Di balik jabatannya saat ini, Beky tumbuh dari lingkungan sederhana. Ia menyebut dirinya sebagai anak petani dari kawasan Meruya, Jakarta Barat. Meski berasal dari keluarga yang jauh dari dunia organisasi, semangatnya untuk aktif di kegiatan sosial justru tumbuh sejak remaja.

“Orang tua itu petani. Jadi di Meruya istilahnya anak petani. Karena kebetulan saya masuk UI waktu itu, ketemu senior-senior yang ngajak berorganisasi. Memang punya ketertarikan untuk bidang organisasi dan sosial,” ujar Beky kepada Poskota, Selasa, 28 April 2026.

Baca Juga: Guru SD Tewas dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi, Disdik Jakarta Siapkan Bantuan

Minat berorganisasi Beky sudah muncul sejak bangku SMA. Saat itu ia aktif di Karang Taruna. Ketika melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, kiprahnya semakin luas dengan terlibat di berbagai organisasi mahasiswa.

“Wah, dari zaman Karang Taruna, dari masih SMA,” ucap Beky.

Semasa mahasiswa, Beky aktif di organisasi kampus hingga organisasi kedaerahan. Ia bergabung dalam senat mahasiswa, organisasi Mahasiswa Betawi, Badan Musyawarah Betawi (Bamus Betawi), hingga kemudian dipercaya memimpin Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB), jabatan yang masih diembannya hingga kini.

“Kalau di organisasi, saya itu dari zaman mahasiswa sudah ikut berbagai organisasi. Dari senat sampai organisasi kedaerahan, di Mahasiswa Betawi, di Bamus, Ketua Lembaga Kebudayaan Betawi juga, Ketua LKB sekarang masih,” kata Beky.

Baca Juga: Penerapan Teknologi Pirolisis untuk Atasi Masalah Sampah di Jakbar Masih Dikaji

Sebelum menjadi Ketua PMI DKI Jakarta, Beky terlebih dahulu menjabat Ketua PMI Jakarta Barat sejak 2022. Dari pengalaman memimpin PMI tingkat kota itulah, ia kemudian dipercaya menakhodai PMI tingkat provinsi.

“Sebelum jadi Ketua DKI, saya Ketua Jakarta Barat. Ketua Jakarta Barat itu dari tahun 2022 sampai 2027 seharusnya. Nah, yang terakhir ya Ketua PMI dari tahun 2025 sampai 2030,” ucapnya.

Bagi Beky, memimpin PMI bukan sekadar jabatan administratif. Ia menilai organisasi kemanusiaan itu sangat sesuai dengan panggilan hidupnya yang memiliki kepedulian sosial tinggi.

“PMI kan organisasi kemanusiaan, maka ini boleh dibilang sesuailah dengan jiwa saya yang punya jiwa sosial tinggi,” katanya.

Baca Juga: Seorang Pemuda Terluka Berduel dengan Begal Rampas HP, Satu Pelaku Berhasil Diamankan

Sebagai Ketua PMI DKI Jakarta, Beky membawa sejumlah prioritas utama. Salah satunya memastikan pelayanan darah di Jakarta berjalan optimal, aman, dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang sangat tinggi. Ia menyebut kebutuhan darah di Jakarta saat ini mencapai sekitar 1.200 kantong per hari.

“Apa yang ingin kita lakukan di PMI, pertama tentu saja menjamin pelayanan darah yang cukup dan aman. Kemudian pelayanannya juga semakin baik. Dengan gedung baru, kantor baru, tentu saja pelayanannya semakin oke dan bisa memperluas kapasitas kebutuhan darah di Jakarta yang mencapai 1.200 kantong per hari,” jelas Beky.

Untuk mewujudkan target itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak. Menurutnya, budaya donor darah rutin harus terus ditumbuhkan melalui kerja sama dengan komunitas, organisasi masyarakat, pemerintah, hingga lembaga keagamaan.

“Karena donor itu kan si pendonornya sehat, kita juga bisa membantu orang lain,” ujarnya.

Selain urusan darah, Beky juga menaruh perhatian besar terhadap kesiapsiagaan bencana. Ia menilai Indonesia sebagai negara rawan bencana membutuhkan organisasi kemanusiaan yang selalu siaga bergerak cepat. Hal itu tercermin saat PMI DKI Jakarta terjun menangani kecelakaan kereta yang terjadi di Bekasi Timur.

“Itu PMI Jakarta dengan PMI kota-kota melibatkan 35 personel untuk membantu evakuasi korban, pertolongan pertama. Ada 7 unit ambulans dan 6 mobil jenazah yang kita turunkan ke lokasi. Sejak malam dari jam 11 tim PMI sudah berada di sana,” katanya.

Baca Juga: Stok Beras Jakarta Dipastikan Aman, Pasar Induk Cipinang Simpan 47 Ribu Ton

Tidak hanya di Jabodetabek, PMI DKI Jakarta juga aktif membantu daerah lain yang terdampak bencana. Beky menyebut tim PMI turut mengirim bantuan ke Sumatera Barat, Sumatera Utara, hingga Aceh sesuai kebutuhan di lapangan.

“Ada yang bangun hunian sementara, bangun sumur bor dan lain-lain. Sesuai dengan kebutuhan daerah masing-masing,” ujarnya.

Meski memiliki sumber daya besar, Beky mengakui PMI DKI Jakarta masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya gedung baru PMI yang belum sepenuhnya bisa ditempati, sehingga koordinasi antarbidang belum berjalan maksimal.

“Tantangan pertama karena gedungnya belum bisa kita tempati. Jadi koordinasi antarbidang itu masih belum optimal karena masih terpisah-pisah kantornya,” kata Beky.

Tantangan lainnya adalah kebutuhan biaya operasional yang terus meningkat serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ia ingin seluruh pengurus dan staf PMI terus dibekali kemampuan baru agar mampu menjawab tantangan zaman.

“Berikutnya adalah SDM. Kita ingin meningkatkan SDM dari kepengurusan dan juga staf kemarkasan. Mereka ini terus kita bekali dengan berbagai keterampilan agar bisa menyesuaikan kebutuhan PMI ke depan,” tuturnya.

Saat ini PMI DKI Jakarta memiliki kekuatan personel yang besar. Beky menyebut jumlah pegawai mencapai hampir 650 orang di seluruh Jakarta, sedangkan jumlah relawan lebih dari 40 ribu orang.

“Kalau personilnya, pegawai itu hampir 650-an. Kalau relawannya 40.000 lebih,” ungkapnya.

Di luar dunia organisasi sosial, Beky juga memiliki pengalaman panjang di dunia media. Ia pernah berkarier selama 23 tahun di SCTV dan menempati sejumlah posisi strategis, termasuk menjadi Kepala Koresponden seluruh Indonesia. Pengalaman itu disebut sangat membantu dalam memimpin PMI.

“Saya pernah lama di SCTV, 23 tahun. Pernah juga jadi Kepala Koresponden seluruh Indonesia. Itu membantu pengalaman untuk mengorganisasikan PMI,” katanya.

Menurut Beky, pengalaman sebagai jurnalis dan pengelola media membentuk dirinya menjadi pribadi yang terbiasa menghadapi situasi sulit, termasuk konflik dan bencana.

Kini, di usia yang matang, Beky memandang kepemimpinannya di PMI sebagai ladang pengabdian. Dengan bekal pengalaman di organisasi, kebudayaan, media, dan kemanusiaan, ia ingin membawa PMI DKI Jakarta menjadi organisasi yang semakin profesional, responsif, dan hadir nyata bagi masyarakat. (cr-4)

Tags:
JakartaPMI DKIKetua PMI DKI JakartaBeky Mardani

Tim Poskota

Reporter

Muhammad Faiz Sultan

Editor