Padi Hilang Dalam Semalam, Petani di Bandung Barat Merasa Panen Terancam

Senin 27 Apr 2026, 17:33 WIB
Salah seorang petani di Kampung Babakan Cianjur, Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, pasrah padinya digondol maling. (Sumber: Poskota/Gatot Poedji Utomo)

Salah seorang petani di Kampung Babakan Cianjur, Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, pasrah padinya digondol maling. (Sumber: Poskota/Gatot Poedji Utomo)

BANDUNG BARAT, POSKOTA.CO.ID - Nasib pilu menimpa para petani di Kampung Babakan Cianjur, Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat. Harapan panen yang seharusnya menjadi penopang hidup justru berubah jadi mimpi buruk.

Padi yang sudah susah payah dipanen dan dijemur, mendadak raib tanpa jejak. Peristiwa mengejutkan ini baru terungkap pada Minggu pagi 26 April 2026.

Para petani dibuat syok berat saat mendapati karung-karung padi yang sebelumnya tersusun rapi di sawah, tiba-tiba hilang tak bersisa. Diduga kuat, gabah kering itu digondol maling saat malam hingga dini hari.

"Sabtu masih ada, Minggu pagi udah kosong," ujar salah seorang petani Oka Sukmana, 63 tahun.

Baca Juga: Diduga Kelelahan usai Kabur dari Penggerebekan Sabung Ayam, Pria di Tangerang Ditemukan Tewas

Selama ini, Oka dan istrinya telah menggarap lahan sekitar 700 meter persegi. Setelah empat bulan menanti, ia berhasil memanen tujuh karung padi. Seperti biasa, hasil panen itu dijemur di sawah sebelum digiling menjadi beras. Namun kali ini, kebiasaan yang dianggap aman justru berujung petaka.

"Saya gak nyangka, biasanya aman-aman saja disimpan di sawah," katanya lirih.

Kerugian yang dialami Oka tidak main-main. Modal tanam mencapai Rp8 juta Rp5 juta di antaranya hasil pinjaman. Kini, jangankan untung, hasil panen pun tak tersisa.

"Kalau dihitung cukup lah buat kebutuhan semusim. Ya sekarang mau gimana lagi, sudah rugi total," keluhnya.

Baca Juga: Polisi Bongkar Modus Pengiriman Motor Curian ke Lampung, Tiga Pelaku Diringkus

Meski begitu, ia tidak sendirian menjadi korban hilangnya padi saat hendak dipanen. Derita serupa juga dialami Amat, 73 tahun, petani sepuh yang kehilangan lima karung padi usai dijemur.

"Disimpan dekat sawah, seperti biasa. Tapi pas dicek pagi, hilang semua," ucap.

Padahal, dari lima karung tersebut, Amat berharap mendapat sekitar satu kwintal beras untuk kebutuhan hidupnya. Modal sekitar Rp1 juta yang ia keluarkan kini lenyap tanpa hasil.

"Kejadian begini baru sekarang. Saya kira aman. Sekarang enggak dapat beras, harus keluar modal lagi buat nanam," ujarnya.

Baca Juga: Polisi Gerebek Arena Judi Sabung Ayam di Carenang, 11 Motor dan 16 Ayam Diamankan

Ironisnya, meski mengalami kerugian besar, Amat memilih tidak melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib.

Peristiwa ini menjadi tamparan keras bagi para petani yang selama ini menggantungkan harapan dari hasil sawah. Dalam sekejap, jerih payah berbulan-bulan lenyap, meninggalkan luka dan ketidakpastian. 

Hingga kini masih misterius. dan para petani hanya bisa pasrah menelan pahitnya kenyataan. (gat)


Berita Terkait


News Update