POSKOTA.CO.ID - Konten kreator Della Septiani akhirnya buka suara terkait video viral yang menyoroti pelayanan di sebuah dealer mobil listrik BYD Bali. Klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan berbagai informasi yang beredar luas di media sosial dalam beberapa waktu terakhir.
Dalam pernyataannya, Della menegaskan bahwa video tersebut memicu beragam persepsi publik yang tidak sepenuhnya sesuai dengan kejadian sebenarnya. Ia pun merasa perlu memberikan penjelasan lengkap agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berkepanjangan.
Melalui klarifikasi tersebut, Della bersama tim memaparkan kronologi kejadian secara rinci, sekaligus menyampaikan permintaan maaf atas kegaduhan yang sempat muncul akibat konten yang diunggahnya
Baca Juga: Setelah Resepsi Megah, El Rumi dan Syifa Hadju Siapkan Pesta Intimate di Bali
Kronologi Kedatangan dan Miskomunikasi di Awal
Della mengungkapkan bahwa kunjungan ke dealer BYD Bali yang dilakukan bersama lima anggota tim dengan menggunakan tiga sepeda motor. Tujuan utama mereka adalah melakukan survei sebagai bagian dari rencana pembelian mobil listrik.
Salah satu anggota tim, Richard, mengakui adanya miskomunikasi saat pertama kali tiba. Mereka memarkirkan kendaraan tanpa lebih dulu berkoordinasi dengan petugas keamanan, sehingga sempat mendapat teguran. Setelah itu, tim kemudian merapikan penampilan dengan melepas jaket sebelum memasuki area dealer.
Tetap Dilayani, Namun Dinilai Kurang Memuaskan
Setibanya di dalam dealer, Della menyebut mereka sempat disambut oleh seorang sales wanita yang mulai memberikan pelayanan. Ia juga meluruskan pernyataan sebelumnya yang sempat menyebut dirinya tidak dilayani.
“Fakta sebenarnya saya dilayani, tetapi dengan pelayanan yang kurang baik menurut saya,” ujarnya dalam pernyataan tertanggal 25 April 2026.
Setelah berdiskusi cukup lama, Della dan tim bahkan sempat meminta diarahkan menuju showroom Denza. Ia juga membantah tudingan bahwa pihaknya tidak meminta izin saat membuat konten, dengan menegaskan bahwa izin telah diberikan sebelumnya.
Baca Juga: Pesan Haru Maia Estianty untuk El Rumi di Pernikahan dengan Syifa Hadju Bikin Terharu
Kekecewaan terhadap Sikap Sales
Meski mendapatkan pelayanan, Della mengaku merasa kurang puas dengan sikap yang ditunjukkan oleh pihak sales. Ia menilai respons yang diberikan terkesan singkat, kurang ramah, dan tidak memberikan informasi secara maksimal.
Menurutnya, situasi semakin tidak nyaman ketika sales wanita yang mendampingi disebut meninggalkan mereka tanpa pemberitahuan. Sementara itu, seorang sales pria dinilai kurang responsif dan terlihat lebih fokus pada ponselnya.
“Kami sempat merasa ditelantarkan,” ungkap Della.
Kondisi tersebut akhirnya membuat Della dan tim memutuskan untuk menghentikan proses survei dan meninggalkan lokasi lebih awal.
Tegaskan Video Bukan untuk Menjatuhkan Brand
Della menegaskan bahwa video viral yang diunggah sebelumnya merupakan bentuk kritik spontan terhadap oknum pelayanan, bukan ditujukan untuk menjatuhkan nama brand BYD maupun dealer terkait.
Ia juga menyebut bahwa pihak manajemen dealer telah menghubungi dan menyampaikan permintaan maaf atas kejadian tersebut. Namun hingga saat ini, belum ada pertemuan lanjutan antara kedua belah pihak.
Baca Juga: Jennifer Coppen dan Justin Hubner Nikah Tahun 2026? Ini Bocoran Persiapan yang Sudah 80 Persen
Minta Rekaman CCTV Ditayangkan Secara Utuh
Merespons berbagai narasi yang beredar, Della dan tim meminta agar rekaman CCTV dari kejadian tersebut dapat ditampilkan secara utuh tanpa pemotongan. “Kami meminta rekaman ditayangkan secara full dengan audio dan tanpa kecepatan, karena narasi yang beredar tidak sesuai dengan fakta di lapangan,” tegasnya.
Hingga kini, polemik video tersebut masih menjadi perhatian publik dan memicu diskusi luas mengenai kualitas pelayanan di sektor otomotif serta etika pembuatan konten di ruang publik.
