Menurutnya, situasi semakin tidak nyaman ketika sales wanita yang mendampingi disebut meninggalkan mereka tanpa pemberitahuan. Sementara itu, seorang sales pria dinilai kurang responsif dan terlihat lebih fokus pada ponselnya.
“Kami sempat merasa ditelantarkan,” ungkap Della.
Kondisi tersebut akhirnya membuat Della dan tim memutuskan untuk menghentikan proses survei dan meninggalkan lokasi lebih awal.
Tegaskan Video Bukan untuk Menjatuhkan Brand
Della menegaskan bahwa video viral yang diunggah sebelumnya merupakan bentuk kritik spontan terhadap oknum pelayanan, bukan ditujukan untuk menjatuhkan nama brand BYD maupun dealer terkait.
Ia juga menyebut bahwa pihak manajemen dealer telah menghubungi dan menyampaikan permintaan maaf atas kejadian tersebut. Namun hingga saat ini, belum ada pertemuan lanjutan antara kedua belah pihak.
Baca Juga: Jennifer Coppen dan Justin Hubner Nikah Tahun 2026? Ini Bocoran Persiapan yang Sudah 80 Persen
Minta Rekaman CCTV Ditayangkan Secara Utuh
Merespons berbagai narasi yang beredar, Della dan tim meminta agar rekaman CCTV dari kejadian tersebut dapat ditampilkan secara utuh tanpa pemotongan. “Kami meminta rekaman ditayangkan secara full dengan audio dan tanpa kecepatan, karena narasi yang beredar tidak sesuai dengan fakta di lapangan,” tegasnya.
Hingga kini, polemik video tersebut masih menjadi perhatian publik dan memicu diskusi luas mengenai kualitas pelayanan di sektor otomotif serta etika pembuatan konten di ruang publik.
