POSKOTA.CO.ID - Penunjukan Raffi Ahmad sebagai Duta Kehormatan BPJS Kesehatan kembali memantik perbincangan publik. Presenter yang juga menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni itu resmi menerima peran tersebut dalam sebuah seremoni yang kemudian viral di media sosial.
Momen penunjukan itu mencuat setelah diunggah oleh akun Instagram Instagram @lambe_turah. Dalam unggahan tersebut, Raffi terlihat mengenakan jas formal lengkap dengan selempang bertuliskan “Duta Kehormatan BPJS Kesehatan”, sambil memegang sertifikat. Ia juga tampak didampingi sejumlah pejabat dari BPJS Kesehatan.
“Raffi Ahmad dinobatkan sebagai Duta Kehormatan BPJS Kesehatan,” tulis akun tersebut, dikutip Jumat (24/4/2026).
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini 25 April 2026 Tak Bergerak, Masih Bertahan di Rp2,805 Juta per Gram
Strategi Komunikasi atau Kontroversi?
Penunjukan ini segera memunculkan dua arus respons. Di satu sisi, sebagian publik menilai langkah BPJS Kesehatan menggandeng figur populer sebagai strategi komunikasi yang relevan dengan perkembangan era digital. Sosok Raffi Ahmad yang memiliki jutaan pengikut dinilai mampu menjangkau generasi muda dan memperluas literasi terkait jaminan kesehatan nasional.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, sebelumnya menyampaikan bahwa kolaborasi dengan tokoh publik diharapkan dapat memperkuat edukasi kepada masyarakat.
“Pendekatan melalui figur publik di era digital menjadi salah satu cara untuk mendorong masyarakat lebih sadar pentingnya perlindungan kesehatan, tidak hanya saat sakit, tetapi juga secara preventif,” ujarnya.
Namun di sisi lain, kritik juga bermunculan. Sejumlah warganet mempertanyakan relevansi penunjukan tersebut, terutama terkait citra Raffi Ahmad yang selama ini dikenal dengan gaya hidup mewah.
“Apakah dia berobat pakai BPJS?” tulis salah satu komentar warganet.
“Dia saja tidak pakai BPJS, ini jadi lucu,” komentar lainnya.
Kritik serupa menyoroti kesenjangan persepsi antara sosok duta dengan realitas pengguna layanan BPJS Kesehatan yang mayoritas berasal dari berbagai lapisan masyarakat.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Jangan Cuma Lihat Covernya
Antara Citra, Pengaruh, dan Efektivitas Pesan
Perdebatan ini mencerminkan dinamika komunikasi publik di era media sosial. Di satu sisi, figur dengan jangkauan luas dinilai efektif untuk mempercepat penyebaran pesan. Namun di sisi lain, aspek kredibilitas dan kedekatan dengan realitas masyarakat tetap menjadi faktor penting dalam penerimaan publik.
Dalam konteks ini, penunjukan Raffi Ahmad menjadi Duta Kehormatan tidak hanya soal popularitas, tetapi juga bagaimana pesan mengenai pentingnya jaminan kesehatan dapat diterjemahkan secara lebih inklusif.
Apakah strategi ini akan efektif meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap program BPJS Kesehatan, atau justru memicu skeptisisme yang lebih luas, masih menjadi pertanyaan yang akan terjawab seiring waktu.