POSKOTA.CO.ID - Persib Bandung memang masih berdiri di puncak klasemen Super League 2025/2026, tetapi hasil terbaru menunjukkan bahwa posisi mereka belum benar-benar aman.
Dalam laga pekan ke-29 yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Jumat (24/4), Maung Bandung harus puas berbagi angka setelah ditahan imbang 0-0 oleh Arema FC.
Hasil ini terasa seperti langkah yang tertahan. Di satu sisi, Persib tetap menjaga jarak dari pesaing terdekat, namun di sisi lain, kegagalan meraih tiga poin membuka kembali ruang bagi Borneo FC untuk mendekat.
Sejak awal pertandingan, Persib tampil dominan dalam penguasaan bola. Namun dominasi tersebut tidak sepenuhnya berbuah peluang matang.
Alur serangan kerap terhenti di sepertiga akhir lapangan, seolah ada kebuntuan yang sulit dipecahkan. Arema FC, dengan pendekatan disiplin dan organisasi pertahanan yang rapi, mampu meredam agresivitas tuan rumah.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Jangan Cuma Lihat Covernya
Pelatih Persib, Bojan Hodak, mengakui timnya menghadapi tantangan dalam membongkar lini belakang lawan. “Kami menguasai permainan, tetapi penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah,” ujarnya usai pertandingan.
Tambahan satu poin membuat Persib kini mengoleksi 66 poin. Mereka masih unggul tiga angka dari Borneo FC yang berada di posisi kedua. Secara matematis, jarak ini belum cukup nyaman, terlebih kompetisi memasuki fase krusial.
Borneo FC Mengintai, Persaingan Masih Terbuka
Situasi bisa berubah cepat jika Borneo FC mampu memaksimalkan pertandingan mereka. Tim asuhan Fabio Lefundes dijadwalkan menghadapi Semen Padang pada Sabtu (25/4) malam. Jika berhasil menang, Borneo akan menyamai perolehan poin Persib.
Meski demikian, Persib masih memiliki keunggulan head to head yang membuat mereka tetap berada di puncak jika poin kedua tim sama. Namun keunggulan ini tidak serta-merta menjadi jaminan aman, mengingat tekanan kompetisi yang semakin ketat di sisa musim.
Di bawah dua tim teratas, Persija Jakarta masih kokoh di posisi ketiga dengan 59 poin. Mereka unggul cukup jauh dari Bhayangkara FC yang mengoleksi 47 poin di peringkat keempat. Persaingan papan atas pun mulai membentuk jarak yang cukup jelas antara tiga besar dan tim-tim di bawahnya.
Baca Juga: Ketua DPRD Kota Bogor Ikuti KPPD di Akmil Magelang, Siap Wujudkan Swasembada dan Kemandirian Daerah
Sementara itu, perebutan posisi tengah klasemen berlangsung lebih dinamis. Persebaya, Bali United, Dewa United, dan Persita bersaing ketat dalam sembilan besar. Arema FC sendiri berada di posisi ke-10 dengan 39 poin, menunjukkan konsistensi yang mulai terbangun meski belum cukup untuk menembus papan atas.
Di zona bawah, tekanan semakin terasa. PSBS Biak menjadi juru kunci dengan 18 poin setelah kekalahan dari Persijap. Mereka tertinggal dua poin dari Semen Padang. Madura United berada di posisi ke-16 dengan 26 poin, hanya terpaut satu angka dari Persis Solo yang berada tepat di atas garis aman.
Melihat kondisi klasemen saat ini, setiap pertandingan menjadi sangat menentukan. Bagi Persib, hasil imbang melawan Arema bisa menjadi peringatan bahwa dominasi saja tidak cukup tanpa efektivitas. Sementara bagi Borneo FC, peluang untuk menekan pemuncak klasemen kini terbuka lebar.
Kompetisi belum selesai, dan jarak tipis di papan atas memastikan bahwa perburuan gelar masih akan berlangsung sengit hingga pekan terakhir.