Alumni SMA N 20 Jakarta Angkatan 1976 berfoto bersama saat Halal Bihalal dan peringatan 50 tahun kelulusan di Auditorium Perkampungan Budaya Betawi, Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu, 25 April 2026. (Sumber: Poskota/Angga Pahlevi)

JAKARTA RAYA

50 Tahun Alumni SMA Negeri 20 Jakarta Rayakan Kebersamaan Sambil Lestarikan Budaya Betawi

Sabtu 25 Apr 2026, 19:07 WIB

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID — Semangat melestarikan budaya Betawi mewarnai acara Halal Bihalal sekaligus peringatan 50 tahun Angkatan 1976 SMA Negeri 20 Jakarta yang digelar di Auditorium Perkampungan Budaya Betawi, Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu, April 2026.

Para alumni tampil kompak mengenakan busana adat Betawi seperti pangsi, encim, dan cukin sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya lokal sekaligus menyambut lima abad Kota Jakarta.

Ketua Panitia Budi Prasetyono mengatakan, pemilihan konsep budaya Betawi menjadi bagian dari upaya para alumni ikut menjaga dan merawat warisan budaya Jakarta melalui momentum reuni emas tersebut.

Menurut Budi, peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Angkatan 1976, tetapi juga alumni lintas angkatan, mulai 1974, 1975, 1977 hingga 1979.

Baca Juga: Pemprov DKI Siapakan LPDP Jakarta, Prioritaskan Anak Betawi Kuliah ke Luar Negeri

Seluruh peserta mengenakan pakaian adat Betawi dan mengikuti rangkaian acara di kawasan Perkampungan Budaya Betawi.

“Selain mempererat silaturahmi, kami ingin kegiatan ini menjadi bagian kecil dari pelestarian budaya Betawi, apalagi bertepatan menuju lima abad Jakarta,” ujar Budi.

Purnawirawan perwira tinggi TNI AD itu berharap reuni emas ini semakin menguatkan ikatan para alumni yang kini telah menempuh beragam profesi, mulai dari pejabat, akademisi, hingga tokoh di berbagai bidang.

“Sudah setengah abad kami lulus. Harapannya komunikasi dan persaudaraan antaralumni terus terjaga setelah acara ini,” katanya.

Baca Juga: Larang Penggunaan Ondel-ondel Untuk Ngamen, Pramono: Karena Ikon Betawi dan Jakarta

Suasana hangat dan penuh nostalgia terasa sepanjang acara. Salah satu alumni Angkatan 1976, Margareta Turang atau Eta, mengaku mengumpulkan teman-teman seangkatan bukan perkara mudah karena sebagian sulit dihubungi.

Namun, ia bersyukur sekitar 100 alumni angkatan 1976 dapat hadir dalam pertemuan tersebut.

Menurut Eta, momen seperti ini memiliki makna khusus karena tidak diselenggarakan setiap tahun, melainkan hanya pada kesempatan tertentu.

“Ini kebahagiaan tersendiri karena bisa kembali berkumpul dan hubungan yang dulu terjalin bisa semakin dekat,” ujarnya.

Baca Juga: Lebaran Betawi Akan Digelar Rutin Tiap Tahun, Pramono Pertimbangkan Waktu di Sore Hari

Nuansa haru juga muncul saat pensiunan guru SMA N 20 Jakarta, Siti Aminah, turut hadir di tengah para mantan muridnya. Di usia 87 tahun, ia menyaksikan para alumninya yang dulu masih remaja kini telah menjadi sosok-sosok sukses.

Dengan mata berkaca-kaca, Siti Aminah mengaku bangga melihat perkembangan anak didiknya.

“Dulu ada yang nakal, ada yang pintar, ada yang sering dihukum. Sekarang melihat semuanya berhasil dan berkumpul di sini, rasanya bahagia sekali,” ucapnya.

Peringatan 50 tahun Angkatan 1976 ini bukan sekadar ajang temu kangen, tetapi juga menjadi ruang memperkuat persaudaraan lintas generasi sekaligus menunjukkan bahwa menjaga budaya dapat dilakukan melalui kebersamaan dan tradisi.

Tags:
BetawiSMA Negeri 20 JakartaJakartapakaian adat Betawi

Angga Pahlevi

Reporter

Muhammad Dzikrillah Tauzirie

Editor