POSKOTA.CO.ID - Realisasi investasi Indonesia pada kuartal I 2026 menunjukkan kecenderungan yang menarik. Di tengah upaya pemerintah menjaga iklim investasi tetap kondusif, porsi Penanaman Modal Asing (PMA) justru mendominasi, sedikit melampaui investasi domestik.
Data terbaru dari Kementerian Investasi/BKPM mencatat PMA menyumbang 50,01 persen atau sekitar Rp250 triliun dari total investasi yang masuk.
Angka ini memberi sinyal kuat bahwa kepercayaan investor global terhadap ekonomi Indonesia masih terjaga. Dalam laporan tersebut, terlihat bahwa aliran modal asing tidak hanya stabil, tetapi juga terdistribusi ke berbagai sektor strategis.
Singapura kembali menempati posisi teratas sebagai sumber investasi asing terbesar ke Indonesia. Hingga Maret 2026, nilai investasi dari negara tersebut mencapai US$4,6 miliar atau setara Rp75,9 triliun. “Kontribusi Singapura masih konsisten sebagai investor utama di Indonesia,” demikian keterangan resmi Kementerian Investasi.
Baca Juga: Mulai Tahun Depan HP Wajib Pakai Baterai Lepas Pasang, Apa Dampaknya untuk Pengguna?
Di posisi kedua, Hong Kong menyusul dengan nilai investasi sebesar US$2,7 miliar atau Rp44,55 triliun. Sementara itu, China berada di urutan ketiga dengan total investasi US$2,2 miliar atau Rp36,3 triliun. Ketiga negara ini menjadi penopang utama arus modal asing di awal tahun.
Amerika Serikat dan Jepang melengkapi lima besar investor asing. Investasi dari Amerika Serikat tercatat sebesar US$1,3 miliar (Rp21,45 triliun), sedangkan Jepang menyumbang US$1 miliar atau sekitar Rp16,5 triliun. Komposisi ini mencerminkan keberagaman sumber investasi, dari kawasan Asia hingga Amerika.
Jika ditarik lebih dalam, sektor industri logam dasar, barang logam, serta non-mesin dan peralatannya menjadi magnet utama investasi asing. Nilainya mencapai US$3,7 miliar atau sekitar 24,5 persen dari total PMA. Sektor ini memang tengah menjadi fokus hilirisasi pemerintah, terutama dalam pengolahan sumber daya alam.
Selain itu, sektor pertambangan juga mencatat aliran investasi sebesar US$1,1 miliar. Adapun sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran memperoleh sekitar US$900 juta. Distribusi ini menunjukkan bahwa investasi tidak hanya terkonsentrasi pada sektor ekstraktif, tetapi juga mulai mengalir ke pengembangan infrastruktur dan kawasan ekonomi.
Dari sisi wilayah, Jawa Barat menjadi tujuan utama investasi asing dengan nilai US$3,1 miliar. Posisi ini diikuti oleh DKI Jakarta sebesar US$1,9 miliar dan Sulawesi Tengah US$1,8 miliar. Sementara itu, Maluku Utara dan Kepulauan Riau masing-masing menerima investasi sebesar US$1,3 miliar dan US$900 juta.
Baca Juga: Hanyut dari Sungai Ciliwung, Bocah 11 Tahun Ditemukan Tidak Bernyawa di Muara Angke
Secara keseluruhan, total realisasi investasi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai Rp498,8 triliun. Angka ini tumbuh 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year) dan naik tipis 0,4 persen dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter-to-quarter).
Tak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, realisasi investasi ini juga berkontribusi pada penyerapan tenaga kerja. Sepanjang periode tersebut, tercatat sebanyak 706.569 tenaga kerja terserap, meningkat 18,9 persen secara tahunan.
Kinerja ini memperlihatkan bahwa investasi masih menjadi salah satu motor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus membuka peluang kerja di berbagai sektor.