JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pedagang pupuk di Rawa Belong, Palmerah, Jakarta Barat, mengalami pengurangan omzet sejak penyesuaian harga yang tidak begitu signifikan.
Seorang pedagang bernama Nurmala terpaksa menyesuaikan harga di tengah kenaikan harga pupuk.
"Untuk harga pupuk naik. Terus penjualan juga jadinya rada menurun. Tapi orang belanja maunya harga segitu aja," kata Nurnala kepada wartawan, Kamis, 23 April 2026.
Nurmala menjual berbagai macam jenis pupuk, termasuk jenis pupuk subsidi maupun Non-Subsidi. Hampir seluruh jenis pupuk di jual di toko miliknya itu bertambah Rp2.000.
Baca Juga: BGN Puji SPPG Margomulyo Seyegan, Limbah MBG Disulap Bio Solar dan Pupuk
Adapun, harga pupuk non-subsidi per kilogram yang sebelumnya dijual sekitar Rp49.000 kini naik menjadi Rp52.000 hingga Rp53.000.
Sementara itu, harga pestisida yang sebelumnya berada di kisaran Rp35.000 kini meningkat menjadi Rp37.000 per unit.
"Misalnya dari harga kita biasa jual Rp35.000 ya, ya paling kita naikin jadi Rp37.000. Itu udah harga pas aja, udah nggak bisa kurang lagi," ucapnya.
Ia beranggapan, pertambahan harga pupuk disebabkan dampak perang atau konflik geopolitik di Timur Tengah.
Permasalahan itu diharapkan bisa segera selesai dan pemerintah diharapkan bisa melakukan intervensi.
"Ya lumayan lah omset turun 5 persen mah ada," pungkasnya.