Sosok Teh Mira, seorang driver perempuan inDrive yang menjalani peran sebagai ibu sekaligus tulang punggung keluarga (Sumber: InDrive)

OTOMOTIF

Kisah Teh Mira, Driver Ojol Perempuan yang Bangkit dari Keterbatasan di Hari Kartini

Rabu 22 Apr 2026, 18:00 WIB

POSKOTA.CO.ID - Momentum Hari Kartini selalu menjadi pengingat tentang perjuangan perempuan dalam meraih kesetaraan. Namun, semangat tersebut tidak hanya menjadi bagian dari sejarah, melainkan terus hadir dalam kehidupan sehari-hari perempuan Indonesia yang berani menentukan jalan hidupnya sendiri.

Di tengah aktivitas Kota Bandung, semangat itu tercermin dari sosok Teh Mira, seorang pengemudi ojek online yang menjalani peran sebagai ibu sekaligus pencari nafkah utama bagi keluarganya.

Perjuangan Single Mom Menghadapi Keterbatasan Ekonomi

Sebagai ibu tunggal dengan tiga anak, perjalanan hidup Teh Mira tidak berjalan mudah. Sebelum menjadi driver, ia hanya mengandalkan penghasilan dari jasa antar-jemput anak sekolah di lingkungan sekitar.

Penghasilan tersebut sering kali tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari.

“Dulu penghasilan dari antar-jemput saja itu tidak cukup. Biaya sekolah anak kadang nunggak, cicilan motor juga sempat tertunda,” kenang Mira.

Kondisi tersebut mendorongnya untuk mencari peluang lain demi memperbaiki kondisi ekonomi keluarga.

Baca Juga: Arti Penting Pendidikan bagi RA Kartini, Sempat Dianggap Gila hingga Menjadi Inspirasi Perempuan Indonesia

Titik Balik Setelah Menjadi Driver Ojol

Perubahan mulai terjadi ketika Teh Mira memutuskan bergabung sebagai driver pada November 2024. Sejak saat itu, kondisi keuangannya berangsur membaik.

Kini, kebutuhan anak-anaknya dapat terpenuhi, dan berbagai kewajiban yang sebelumnya tertunda berhasil diselesaikan.

“Alhamdulillah, setelah bergabung dengan inDrive, kondisi ekonomi saya jauh lebih stabil. Sekarang tidak pernah ada tunggakan lagi, kebutuhan anak juga tercukupi,” ujarnya.

Tidak hanya soal ekonomi, ia juga mulai merencanakan masa depan yang lebih layak bagi keluarganya.

Tantangan di Jalan dan Tekad untuk Bertahan

Menjadi pengemudi perempuan tentu memiliki tantangan tersendiri. Rasa khawatir terhadap keamanan hingga stigma sosial sempat ia rasakan.

Namun, tanggung jawab terhadap keluarga membuatnya tetap bertahan dan terus melangkah.

Bagi Teh Mira, profesi ini bukan sekadar pekerjaan, tetapi juga simbol keberanian untuk keluar dari zona nyaman.

“Menurut saya, perempuan itu harus kuat dan berani. Kita juga bisa bekerja dan mandiri, apalagi untuk keluarga,” tuturnya.

Baca Juga: Besok, 21 April, Diperingati sebagai Hari Ibu Kita Kartini: Mengenang Jejak Perjuangan Emansipasi Perempuan Indonesia

Fleksibilitas Jadi Kunci Menjalani Peran Ganda

Salah satu hal yang membantu Teh Mira adalah fleksibilitas waktu kerja. Ia dapat menyesuaikan jadwal dengan kebutuhan keluarga, terutama anak-anaknya.

Rutinitasnya dimulai setelah mengantar anak sekolah, lalu bekerja hingga waktu penjemputan, sebelum kembali melanjutkan aktivitasnya di sore hari.

Selain itu, sistem kerja yang memberi kebebasan memilih order juga menjadi keuntungan tersendiri baginya.

“Potongan di inDrive itu kecil, jadi penghasilan yang saya terima lebih besar dan sangat membantu untuk kebutuhan sehari-hari,” jelasnya.

Pesan untuk Perempuan Indonesia di Hari Kartini

Di balik segala tantangan yang dihadapi, Teh Mira tetap berdiri sebagai sosok perempuan yang tidak menyerah pada keadaan.

Baginya, Hari Kartini bukan hanya seremoni tahunan, tetapi pengingat bahwa perempuan memiliki kekuatan untuk menentukan masa depannya sendiri.

“Untuk perempuan di luar sana, terutama single mom, tetap semangat. Jangan menyerah dan berani mencoba hal baru. Kita harus kuat untuk keluarga,” pesannya.

Kisah Teh Mira menjadi bukti nyata bahwa semangat Kartini terus hidup dalam berbagai bentuk, termasuk di jalanan, di balik kemudi, dan dalam setiap perjuangan perempuan untuk bangkit dan mandiri.

Tags:
ojek onlineHari KartiniinDrive

Erwan Hartawan

Reporter

Guruh Nara Persada

Editor