KS Orka Renewables mencatat hingga Maret 2026, perempuan telah mengisi sekitar 18 persen dari total karyawan perusahaan. (Sumber: KS Orka Renewables)

EKONOMI

Hari Kartini 2026: Perempuan Mulai Kuasai Industri Energi Terbarukan

Rabu 22 Apr 2026, 11:00 WIB

POSKOTA.CO.ID - Nilai perjuangan Raden Ajeng Kartini terus tercermin dalam langkah perempuan Indonesia masa kini. Tidak hanya di bidang sosial dan pendidikan, kontribusi perempuan kini semakin terlihat di sektor energi terbarukan, termasuk industri panas bumi.

Momentum Hari Kartini 2026 menjadi pengingat bahwa kesetaraan kesempatan kerja terus berkembang, bahkan di sektor yang selama ini didominasi oleh laki-laki.

Partisipasi Perempuan di Sektor Panas Bumi Meningkat

KS Orka Renewables mencatat hingga Maret 2026, perempuan telah mengisi sekitar 18 persen dari total karyawan perusahaan. Angka ini mencerminkan peningkatan partisipasi perempuan di industri energi panas bumi.

Secara global, keterlibatan perempuan di sektor ini juga menunjukkan tren positif. Berdasarkan data dari Women in Geothermal, perempuan saat ini mewakili sekitar 20 hingga 22 persen tenaga kerja di industri geothermal.

“Kami percaya bahwa transisi energi yang berkeadilan harus membuka ruang yang setara bagi perempuan untuk tumbuh dan berkontribusi. KS Orka tidak hanya memberikan peluang, tetapi juga memastikan adanya dukungan berkelanjutan agar perempuan dapat berkembang secara profesional, termasuk di posisi strategis,” ujar Ali Sahid.

Dorong Perempuan Tembus Posisi Strategis

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program pengembangan, mulai dari pelatihan teknis hingga peningkatan kapasitas kepemimpinan. Perusahaan juga mendorong keterlibatan perempuan dalam berbagai lini kerja, termasuk pengambilan keputusan.

Pendekatan ini sejalan dengan perkembangan industri energi yang kini tidak hanya fokus pada jumlah partisipasi, tetapi juga kualitas peran perempuan dalam organisasi.

Sosok Inspiratif dari Lapangan

Salah satu contoh nyata hadir dari PT Sorik Marapi Geothermal Power, unit kerja KS Orka di Mandailing Natal, Sumatera Utara.

Nurhalimah, yang telah hampir satu dekade berkarier di sektor ini, merasakan langsung perubahan lingkungan kerja yang semakin inklusif.

“Selama hampir 10 tahun bekerja di SMGP, saya merasakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan mendorong perempuan untuk terus berkembang. Berbagai kesempatan, mulai dari pelatihan hingga peluang promosi, terbuka secara setara. Dukungan ini memberi ruang bagi perempuan untuk tumbuh percaya diri dan berkontribusi lebih besar, termasuk di peran-peran strategis,” ujarnya.

Terinspirasi oleh Najwa Shihab, ia menilai perempuan memiliki peluang yang sama untuk berkembang di berbagai bidang, termasuk energi.

“Jangan ragu untuk masuk ke industri geothermal. Perempuan memiliki kemampuan yang sama untuk berkembang di bidang ini. Terus tingkatkan keterampilan, percaya diri, dan berani mengambil peluang, karena kesempatan akan datang bagi mereka yang siap,” tambahnya.

Dampak hingga ke Tingkat Komunitas

Selain di lingkungan kerja, KS Orka juga mendorong pemberdayaan perempuan di tingkat komunitas. Program ini mencakup penguatan pelaku UMKM perempuan hingga pelibatan masyarakat di wilayah operasional seperti Mandailing Natal dan Ende, Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan tersebut dijalankan melalui program Community Development and Community Relations (CDCR) untuk menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan.

Perempuan Jadi Bagian Penting Transisi Energi

Sebagai bagian dari Kaishan Group, KS Orka Renewables turut mendukung target Net Zero Emission Indonesia 2060 melalui pendekatan yang inklusif dan berkelanjutan.

Kehadiran perempuan dinilai tidak hanya memperkaya perspektif dalam perusahaan, tetapi juga menjadi elemen penting dalam mendorong masa depan energi yang lebih adil dan berkelanjutan.

Tags:
PT Sorik Marapi Geothermal PowerHari KartiniKS Orka Renewables

Erwan Hartawan

Reporter

Guruh Nara Persada

Editor